Lapas Tual Bekali Warga Binaan Keterampilan Membuat Ikat Pinggang Akrilik
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual kembangkan pembinaan kemandirian melalui pembuatan ikat pinggang berbahan akrilik, Jumat (17/7). Kerajinan tersebut jadi salah satu produk unggulan hasil karya Warga Binaan yang memiliki nilai jual dan diminati masyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Iswan Ternate, mengatakan pembuatan ikat pinggang akrilik jadi salah satu program pembinaan yang dirancang untuk bekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
"Kami berkomitmen penuh untuk memberikan pembinaan yang tidak hanya mengisi waktu, tetapi benar-benar membekali mereka dengan keahlian nyata. Kerajinan ikat pinggang akrilik ini menuntut kreativitas dan presisi tinggi. Kami melihat potensi pasar yang besar. Terbukti, produk hasil karya Warga Binaan kami ini memiliki daya saing kuat di luar sana," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, L. Laitera, menjelaskan setiap proses pembuatan dilakukan secara manual untuk menjaga kualitas produk. Menurutnya, hasil kerajinan tersebut telah dipasarkan kepada masyarakat, instansi pemerintah, dan pelaku usaha lokal sehingga turut memberikan premi kepada Warga Binaan serta menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Setiap hiasan dan sambungan sabuk dikerjakan secara manual agar estetika eksklusifnya terjaga. Saat ini, pesanan terus mengalir, mulai dari masyarakat umum, pegawai instansi pemerintah, hingga pelaku usaha lokal. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan bisa menghasilkan premi yang menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak sekaligus tabungan bagi mereka sendiri," jelas Laitera.
Salah seorang Warga Binaan, Lazer, mengaku memperoleh keterampilan baru selama mengikuti program tersebut. Ia belajar seluruh proses pembuatan, mulai dari memotong akrilik hingga merakitnya menjadi ikat pinggang yang siap dipasarkan.
"Dulu saya tidak punya keahlian apa-apa. Di sini saya diajarkan dari nol bagaimana memotong akrilik dan memadukannya sampai rapi. Rasanya bangga sekali saat tahu sabuk yang saya buat ini dibeli dan dipakai orang di luar sana. Ini modal dan semangat baru bagi saya untuk membuka usaha sendiri nanti setelah bebas," tuturnya.
Lapas Tual terus kembangkan keterampilan kerja yang selaras dengan kebutuhan pasar sehingga Warga Binaan memiliki bekal untuk membangun usaha dan kembali berdaya setelah menyelesaikan masa pidana. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


