Syukuri Kehidupan, Lapas Wahai Sentuh Jiwa Warga Binaan Lewat Yasinan dan Ibadah Virtual

Syukuri Kehidupan, Lapas Wahai Sentuh Jiwa Warga Binaan Lewat Yasinan dan Ibadah Virtual

Wahai, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai beri pembinaan kepribadian kepada Warga Binaan melalui program keagamaan yang digelar secara berkala, yakni Yasinan dan doa bersama bagi Warga Binaan Muslim pada Kamis (2/7) malam serta ibadah virtual bersama Yayasan Cahaya Kasih bagi Warga Binaan Kristen pada Jumat (3/7) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual sekaligus pemenuhan hak beribadah bagi Warga Binaan selama jalani masa pidana.

Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan bahwa pemenuhan hak beribadah merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan diharapkan dapat membangun kesadaran spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.

"Kami ingin memastikan bahwa meskipun ruang gerak mereka terbatas, ruang spiritual mereka tetap luas. Kegiatan Yasinan di malam Jumat dan ibadah virtual di hari Jumat pagi ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk menyentuh jiwa mereka, agar mereka menyadari kekeliruan masa lalu dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik," ujar La Joi.

Suasana khusyuk tampak selimuti pelaksanaan ibadah di masjid maupun gereja Lapas. Salah seorang Warga Binaan Muslim, LU, mengaku kegiatan Yasinan membantunya melakukan refleksi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Lewat Yasinan saya dapat merenungi kesalahan dan ingin terus mendekatkan diri kepada Tuhan untuk menjadi lebih baik," kata LU.

Sementara itu, Warga Binaan Kristen, JP, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi Lapas dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan. Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi penguat selama menjalani masa pidana.

"Ibadah ini benar-benar menguatkan kami. Dengan mengikuti ibadah hari ini, kami merasa damai. Ini menjadi modal penting bagi kami agar diberi kekuatan menjalani sisa masa pidana dan tidak hilang arah," tutur JP.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa pendekatan berbasis spiritual merupakan salah satu kunci keberhasilan pembinaan. Ia berharap pembinaan mental tersebut menjadi bekal bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat.

"Pendekatan terbaik untuk mengubah perilaku adalah dengan menyentuh jiwanya terlebih dahulu. Lewat Yasinan dan ibadah virtual ini, kami berharap tumbuh kesadaran spiritual yang tinggi di dalam diri mereka. Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat untuk berbenah diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan," ungkap Tersih.

Melalui program pembinaan spiritual yang inklusif dan berkelanjutan, Lapas Wahai berharap Warga Binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga akhlak, iman, dan karakter yang lebih baik sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Wahai

 

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0