Kunjungan Delegasi WCPP 2026, Lapas Narkotika Bangli Perkenalkan Pembinaan Berbasis Lokal
Bangli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli terima kunjungan peserta 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) Tahun 2026 pada Jumat (17/4). Pada kesempatan tersebut, Lapas Bangli perkenalkan praktik Pemasyarakatan dan reintegrasi sosial berbasis kearifan lokal kepada delegasi internasional.
WCCP 2026 bertema “Getting Smart on Justice: Healing Hearts, and Safer Societies” ini diikuti oleh delegasi dari 44 negara dengan lebih dari 150 peserta. Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian WCPP 2026 untuk memberikan gambaran langsung mengenai sistem pembinaan dan layanan Pemasyarakatan di Indonesia.
Kedatangan para peserta didampingi oleh Direktur Pembimbing Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, Kadek Anton Budiharta, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Se-Bali, dan disambut langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Bangli, Dody Naksabani, beserta jajaran.
Kegiatan diawali dengan penyambutan, dilanjutkan dengan penampilan Warga Binaan berupa yel-yel, robo dance, serta tari kecak yang mencerminkan semangat pembinaan dan kearifan lokal. Setelah menyaksikan penampilan tersebut, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk melaksanakan peninjauan secara bergilir. Kelompok pertama menuju Klinik Pratama, kelompok kedua menuju Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), serta kelompok ketiga menuju Ruang Pelatihan Kerja.
Dalam kunjungan tersebut, para delegasi secara langsung menyaksikan berbagai hasil karya Warga Binaan serta implementasi program pembinaan yang berorientasi pada reintegrasi sosial. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menunjukkan praktik baik Pemasyarakatan Indonesia dalam membangun Warga Binaan yang produktif dan siap kembali ke masyarakat.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Bangli, Dody Naksabani, menyampaikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan.
“Kunjungan ini menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan. Kami berkomitmen memberikan yang terbaik serta menunjukkan bahwa Lapas Narkotika Bangli mampu menjadi bagian dari praktik terbaik Pemasyarakatan di tingkat internasional,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Ceno Hersusetiokartiko turut menekankan pentingnya penguatan program reintegrasi sosial yang adaptif dan berkelanjutan.
“Pelaksanaan pembinaan yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mampu menjadi kekuatan dalam mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan. Hal ini perlu terus dikembangkan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.
Para peserta juga memberikan testimoni positif terhadap pelaksanaan kunjungan di Lapas Narkotika Bangli. Mereka mengapresiasi kualitas pembinaan, keterampilan Warga Binaan, serta pendekatan berbasis kearifan lokal yang dinilai mampu mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial secara efektif.
Dengan adanya kunjungan ini, Lapas Narkotika Bangli semakin mengukuhkan perannya dalam mendukung suksesnya WCPP 2026 sekaligus memperkenalkan praktik Pemasyarakatan Indonesia di tingkat internasional. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Narkotika Bangli
What's Your Reaction?


