Lapas Wahai dan BPS Malteng Bersinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai siap fasilitasi pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Jumat (17/7). Dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi antarinstansi dalam menyukseskan program pendataan nasional.
Pelaksanaan pendataan mengacu pada surat BPS Kabupaten Maluku Tengah Nomor B-129/81030/SS.330/2026 tanggal 7 Juli 2026. Dalam SE2026, Warga Binaan termasuk kategori "keluarga khusus", yakni penduduk yang tinggal secara kolektif di lokasi tertentu sehingga tetap menjadi bagian dari cakupan sensus.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan pihaknya siap beri dukungan agar proses pendataan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
"Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh pelaksanaan SE2026 ini. Sebagai bagian dari warga negara, Warga Binaan kami juga berhak tercatat dalam agenda strategis nasional ini. Kami telah menginstruksikan jajaran pengamanan dan fasilitator untuk mendampingi petugas BPS selama di lapangan guna memastikan proses pendataan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Data hunian juga akan kami siapkan secara transparan sesuai aturan," tegas Tersih.
Perwakilan BPS Kabupaten Maluku Tengah, Herlin Johanes, menjelaskan bahwa pendataan di Lapas menjadi bagian penting untuk memperoleh data ekonomi yang lebih lengkap. Ia juga pastikan seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Data yang dikumpulkan dari keluarga khusus di Lapas Wahai ini sangat penting untuk menyempurnakan perencanaan ekonomi di tingkat regional maupun nasional. Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan dukungan dari pihak Lapas. Kami juga menegaskan kepada seluruh responden bahwa semua informasi yang diberikan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang dan murni hanya digunakan untuk kepentingan statistik, bukan untuk keperluan pajak atau administratif lainnya," ungkap Herlin.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi koordinasi antara Lapas Wahai dan BPS Kabupaten Maluku Tengah. Ia berharap sinergi tersebut terus terjaga sehingga pelaksanaan pendataan dapat berlangsung lancar dan sesuai prosedur.
"Sinergi ini adalah wujud nyata dari komitmen Pemasyarakatan di Maluku untuk selalu berkontribusi positif bagi program-program strategis pemerintah pusat. Saya meminta seluruh jajaran tak terkecuali Lapas Wahai untuk terus berkoordinasi secara aktif dan profesional, serta menjaga integritas pelayanan. Mari kita pastikan suksesnya Sensus Ekonomi tahun 2026 ini demi pembangunan Indonesia yang lebih baik," imbau Ricky.
Dengan koordinasi yang baik, pendataan SE2026 di Lapas Wahai diharapkan berjalan lancar serta hasilkan data yang akurat untuk dukung penyusunan kebijakan pembangunan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


