Lapas Atambua Bekali Warga Binaan dengan Pembelajaran Pengetahuan Umum

Lapas Atambua Bekali Warga Binaan dengan Pembelajaran Pengetahuan Umum

Atambua, INFO_PAS – Tingkatkan kualitas pembinaan kepribadian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua optimalkan program edukasi bagi para Warga Binaan. Salah satu kegiatan unggulannya adalah pembelajaran pengetahuan umum yang dipandu langsung oleh Peserta Magang Batch II di perpustakaan Lapas Atambua.

Pembelajaran ini dilaksanakan secara intensif dan terjadwal, yakni setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 10.00 hingga 12.30 WITA. Program ini dirancang untuk mengisi waktu produktif Warga Binaan dengan materi-materi yang bermanfaat guna memperluas cakrawala berpikir mereka selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menyampaikan apresiasinya terhadap pembelajaran tersebut. “Kami sangat mendukung pembelajaran yang dilakukan oleh peserta magang. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar Warga Binaan sebagai bekal mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkapnya, Sabtu (10/1).

Kehadiran Peserta Magang Batch II memberikan warna baru dalam proses pembinaan. Tidak sekadar berbagi ilmu, mereka juga menciptakan ruang diskusi yang interaktif sehingga suasana belajar di perpustakaan menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi para Warga Binaan.

Dalam sesi pembelajaran, para peserta magang menyajikan beragam materi pengetahuan umum yang aplikatif. Materi tersebut meliputi pengenalan teks deskripsi dalam Bahasa Indonesia, pemahaman pecahan pada mata pelajaran Matematika, edukasi mengenai norma dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), hingga materi greetings and introduction dalam Bahasa Inggris. Selain materi akademik, perhatian khusus juga diberikan melalui program pemberantasan buta aksara.

Peserta magang dengan sabar memberikan pendampingan berupa pengenalan huruf dan angka bagi para Warga Binaan yang belum bisa membaca dan menulis. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh Warga Binana mendapatkan hak pendidikan dasar yang setara selama masa pembinaan.

Cindy, salah satu peserta magang, menjelaskan kunci dari kegiatan ini adalah komunikasi yang efektif. "Kami menggunakan pendekatan yang komunikatif dan materi yang sederhana agar mudah dicerna. Selain materi akademik, seperti bahasa dan matematika, kami juga fokus pada pemberantasan buta aksara melalui pendampingan pengenalan huruf dan angka. Kami ingin memastikan tidak ada Warga Binaan yang tertinggal dalam mendapatkan pengetahuan dasar," ungkapnya.

Salah satu Warga Binaan, Vincen, merasa sangat senang bisa kembali belajar. “Materinya mudah dipahami dan cara mengajarnya pun sangat baik dengan suasana kelas yang tidak tegang. Hal ini membuat kami lebih percaya diri untuk berkomunikasi, terutama saat praktik Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Selain itu, materi tentang PKN juga mengingatkan kami akan pentingnya aturan untuk bekal saat nanti kembali ke masyarakat. Ini benar-benar pengetahuan yang berharga bagi kami di sini," jelasnya.

Pembelajaran ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, utamanya pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan guna memperoleh tambahan pengetahuan, meningkatkan keterampilan dasar, dan menumbuhkan semangat belajar menuju perubahan perilaku yang lebih baik. Selain sebagai bentuk pembinaan bagi Warga Binaan, program ini juga menjadi sarana strategis bagi para peserta magang untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka secara langsung di lapangan sekaligus berkontribusi nyata dalam proses reintegrasi sosial di Lapas Atambua. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0