Lapas Banjarbaru Gelar Asesmen 15 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi Nasional

Lapas Banjarbaru Gelar Asesmen 15 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi Nasional

Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjarbaru laksanakan asesmen terhadap 15 Warga Binaan sebagai bagian dari rogram Rehabilitasi dan Re-Edukasi Nasional untuk mengidentifikasi kesiapan dan kondisi Warga Binaan melalui tahapan penilaian yang terstruktur. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas, Rabu (7/10) menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi, potensi, kesiapan, dan kebutuhan pembinaan setiap Warga Binaan.

Asesmen dilakukan melalui beberapa tahapan, diawali dengan skrining awal dan administrasi melalui pemeriksaan dokumen dan wawancara oleh asesor Lapas Banjarbaru. Selanjutnya, dilakukan penilaian kesiapan fisik dan mental oleh petugas kesehatan melalui pemeriksaan dokumen dan wawancara, kemudian penilaian risiko dan stabilitas berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan.

Tahapan berikutnya meliputi penilaian minat, bakat, dan motivasi melalui wawancara, penilaian sikap kerja oleh Wali Pemasyarakatan dan Pembina Kegiatan Kerja, serta proses skoring dan pengambilan keputusan oleh asesor yang menangani tahap awal. Penilaian sikap kerja dilakukan sebanyak dua kali oleh Wali Pemasyarakatan dan Pembina Kegiatan Kerja, sedangkan hasil akhir disahkan melalui tanda tangan asesor, reviewer atau supervisor, Wali Pemasyarakatan, dan tenaga kesehatan.

Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Rifaldi Shandri Akbar, menekankan pentingnya penilaian terhadap minat, bakat, motivasi, dan sikap kerja Warga Binaan sebagai bagian dari proses asesmen. “Penilaian terhadap minat, bakat, motivasi, dan sikap kerja diperlukan agar potensi Warga Binaan diketahui secara lebih tepat dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program pembinaan yang sesuai,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dipantau oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Sugito. Ia menyampaikan asesmen menjadi salah satu tahapan penting untuk menentukan pendekatan pembinaan yang sesuai kondisi masing-masing Warga Binaan.

“Asesmen ini menjadi dasar untuk melihat kondisi dan potensi Warga Binaan secara lebih menyeluruh sehingga program pembinaan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing,” tutur Sugito.

Seluruh rangkaian asesmen terhadap 15 Warga Binaan berjalan aman, tertib, dan lancar dengan melibatkan unsur pelayanan, pembinaan, kesehatan, registrasi, dan kegiatan kerja. Lapas Banjarbaru berharap hasil asesmen menjadi dasar yang tepat dalam memberikan program rehabilitasi dan re-edukasi yang sesuai kebutuhan sekaligus mendukung proses pembinaan terarah dan berkelanjutan bagi Warga Binaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarbaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0