Rutan Pelaihari Buka Ruang Iman di Tengah Pembinaan Warga Binaan Katolik
Pelaihari, INFO_PAS — Pembinaan Warga Binaan tidak hanya sentuh keterampilan dan kesiapan kembali ke masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk menjaga kehidupan spiritual. Hal tersebut diwujudkan melalui ibadah dan pembinaan kerohanian bagi tiga Warga Binaan Katolik di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kamis (8/10).
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Galang Tresno Prakoso, mengatakan pihaknya terus memberikan ruang bagi setiap Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya. “Kami berupaya memberikan ruang yang layak agar mereka tetap dapat menjalankan ibadah, mendapatkan penguatan moral, serta memiliki kesempatan untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti tiga Warga Binaan dengan pendampingan dari Pastor Stefanus Ramli selaku Pastor Kepala CICM Gereja Katolik Pelaihari, CICM Frater atau calon imam Katolik Frater Chris Benedict, serta biarawati Katolik Suster Rosaline dan Suster Elly. Kehadiran para pembimbing rohani memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus memperoleh penguatan dalam kehidupan keagamaan.
Pendampingan dari pemuka agama juga memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperoleh penguatan secara langsung sesuai keyakinan yang dianut. Interaksi tersebut membuat pembinaan kerohanian tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah, tetapi turut menghadirkan ruang dialog dan pendalaman nilai-nilai keagamaan.
Pastor Stefanus Ramli mengatakan kegiatan pembinaan kerohanian menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk tetap menjalankan kehidupan iman dan mendapatkan penguatan selama berada dalam masa pembinaan. “Ibadah menjadi ruang bagi kita untuk berhenti sejenak, berdoa, dan melakukan refleksi. Kami berharap pendampingan ini memberikan penguatan bagi Warga Binaan untuk terus menjalani proses kehidupan dengan harapan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Bagi tiga Warga Binaan yang mengikuti kegiatan, kesempatan menjalankan ibadah bersama pendamping rohani juga menjadi upaya menjaga hubungan dengan kehidupan keagamaan. Ruang ibadah memberikan kesempatan untuk menenangkan diri sekaligus membangun harapan selama menjalani masa pembinaan.
Pembinaan kerohanian menjadi salah satu proses Pemasyarakatan yang menempatkan pembentukan kepribadian, penguatan nilai moral, dan kesiapan kembali ke masyarakat sebagai bagian yang berjalan beriringan. Melalui kegiatan tersebut, Rutan Pelaihari terus berikan ruang bagi Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya. (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


