Lapas Banjarmasin Perkuat Rohani Warga Binaan melalui Pembacaan Al-Qur’an dan Kebaktian Virtual
Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan yang tergabung dalam Santri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin khuyuk jalani pembinaan kepribadian melalui pembacaan Surah Yasin, Al-Waqiah, dan Al-Mulk pada Kamis (29/10) malam. Kegiatan berlangsung dengan didampingi petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Ariyanor, sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan Warga Binaan.
Pembacaan ketiga surah tersebut menjadi kesempatan bagi santri untuk makin mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus membiasakan diri mengisi waktu dengan kegiatan ibadah. “Kami mendampingi santri untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, dan kondusif sesuai dengan prosedur kemanan. Harapannya, kegiatan seperti ini terus diikuti dengan baik dan menjadi kebiasaan positif bagi mereka,” harapnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial AS mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan untuk beribadah bersama dan membiasakan membaca Al-Qur’an. “Senang bisa ikut kegiatan ini. Semoga ke depannya bisa lebih rajin beribadah dan terus memperbaiki diri,” ujarnya.
Sehari berselang, Jumat (30/10), Warga Binaan Kristiani juga ikuti kebaktian secara virtual bersama Sungai Kehidupan Ministry Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin dengan pendampingan Pembina Gereja Oikumene, Erik Simanjuntak.
Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian khotbah oleh Ps. Daniel Alexander. Mengangkat tema “Hidup Itu Harus Menjadi Pembawa Damai” yang bersumber dari Kitab Matius 5:9, ibadah ini mengajak peserta memahami pentingnya menghadirkan kedamaian melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam renungan ini, kita diajak untuk memulai perdamaian dari diri sendiri dengan mengampuni orang yang pernah bersalah atau menyakiti hati kita. Dengan demikian, kita tidak menyimpan akar pahit yang dapat menghambat kehidupan kita untuk bertumbuh dalam kasih,” ungkap Erik.
Salah seorang Warga Binaan berinisial RSN mendapatkan pelajaran berharga dari ibadah tersebut, khususnya dalam membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. “Saya belajar untuk menggunakan perkataan yang lembut dan membangun daripada memperuncing suasana ketika ada masalah di lingkungan saya berada,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik. “Kami ingin membangun kesadaran spiritual Warga Binaan agar makin mendekatkan diri kepada Sang Illahi. Harapannya, nilai-nilai keimanan yang ditanamkan menjadi landasan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” harapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus memperkuat pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan sehingga Warga Binaan memiliki bekal spiritual dan akhlak yang baik selama menjalani masa pembinaan hingga kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


