Manfaatkan Limbah Dapur, Rutan Masohi Apresiasi Inovasi Peserta Magang dalam Pengolahan Pupuk Organik
Masohi, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus kembangkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian, salah satunya sosialisasi dan praktik pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik pada Jumat (30/10). Berbagai jenis pupuk dan produk organik diperkenalkan, mulai dari Pupuk Organik Cair (POC), kompos, air lindih, bokashi hingga pestisida nabati oleh peserta magang Pengelola Kegiatan Kerja kepada Warga Binaan.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Muhammat Irvan Haupea, mengapresiasi inisiatif dan kreativitas peserta magang yang telah menghadirkan proyek edukasi pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik. Proyek tersebut menjadi kontribusi positif peserta magang dalam mendukung program pembinaan kemandirian sekaligus memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi Warga Binaan.
“Pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik bukan hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi Warga Binaan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sehingga hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Rutan Masohi,” harap Muhammat.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan diperkenalkan dengan berbagai bahan alami, seperti batang pisang, daun gamal, gula merah, EM4, air beras, dan air kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan POC melalui proses fermentasi selama 14 hari. Melalui demonstrasi tersebut, Warga Binaan diberikan pemahaman mengenai tahapan pengolahan bahan, mulai dari pemilihan bahan, proses pencampuran hingga fermentasi. Pupuk organik yang dihasilkan diharapkan dimanfaatkan untuk mendukung perawatan berbagai tanaman produktif, seperti sawi, kangkung, tomat, kacang panjang, cabai, dan tanaman hortikultura lainnya di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi Rutan Masohi.
Perwakilan peserta magang, Sriesky Maindan, menyampaikan keterlibatannya dalam proyek tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti program magang. “Antusiasme Warga Binaan selama mengikuti sosialisasi dan praktik menjadi pengalaman berharga. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan terus dimanfaatkan dan dikembangkan dalam kegiatan pertanian di Rutan Masohi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Masohi terus dorong terciptanya inovasi pembinaa produktif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan ruang bagi peserta magang untuk berkontribusi melalui ide dan kreativitas dalam mendukung program pembinaan kemandirian, serta ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Rutan Masohi
What's Your Reaction?


