Lapas Batulicin Asah Kreativitas Warga Binaan lewat Kerajinan Huruf Timbul

Lapas Batulicin Asah Kreativitas Warga Binaan lewat Kerajinan Huruf Timbul

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus Kembangkan pembinaan kemandirian melalui pembuatan kerajinan huruf timbul berbahan tripleks yang dikerjakan langsung oleh Warga Binaan, Rabu (15/7). Kegiatan ini jadi sarana mengasah kreativitas, ketelitian, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Proses pembuatan huruf timbul dilakukan secara manual menggunakan gergaji tangan dan peralatan sederhana. Meski tanpa mesin modern, Warga Binaan mampu menghasilkan huruf yang presisi, rapi, dan memiliki nilai estetika berkat ketelitian selama proses pengerjaan.

Hasil karya Warga Binaan telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan internal Lapas Batulicin, antara lain papan nama MBG, Dapur Sehat, Klinik Paripurna, Balai Latihan Kerja (BLK), koperasi, hingga Pojok Baca Lapas Batulicin. Setiap pesanan dikerjakan sesuai kebutuhan menggunakan tripleks setebal 9 milimeter dengan waktu penyelesaian yang disesuaikan tingkat kerumitan pekerjaan.

Melalui pembinaan tersebut, Warga Binaan tidak hanya hasilkan karya yang fungsional, tetapi juga belajar disiplin, teliti, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan kerajinan huruf timbul menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif untuk membentuk keterampilan teknis sekaligus karakter kerja Warga Binaan.

"Pembuatan huruf timbul mengajarkan Warga Binaan untuk bekerja dengan teliti, sabar, dan bertanggung jawab terhadap setiap detail pekerjaan. Keterampilan seperti ini memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bekal yang dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, P, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui pembinaan tersebut. Menurutnya, proses pembuatan huruf timbul membutuhkan ketekunan, tetapi hasilnya memberikan rasa bangga dan meningkatkan kepercayaan diri.

"Awalnya saya mengira membuat huruf timbul itu mudah, ternyata membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Sekarang saya sudah mampu mengerjakan berbagai bentuk huruf dengan lebih rapi, dan keterampilan ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi saya," ungkap P.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan kemandirian harus menghasilkan keterampilan yang aplikatif dan bermanfaat bagi Warga Binaan setelah menjalani masa pidana.

"Kami terus mendorong pembinaan yang menghasilkan keterampilan nyata dan bernilai guna. Kerajinan huruf timbul ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, Warga Binaan mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus membangun bekal keterampilan yang dapat membuka peluang usaha dan mendukung kemandirian mereka ketika kembali ke tengah masyarakat," tegas Thoha. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0