Lapas Batulicin Kembangkan Budidaya Maggot BSF, Siapkan Pupa sebagai Calon Indukan
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus kembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan, Selasa (1/9). Pengembangan dilakukan dengan menjaga setiap tahapan budidaya agar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Budidaya maggot BSF di Lapas Batulicin tunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan perluasan kandang serta peningkatan produksi telur yang dapat dikembangkan kembali. Hasil budidaya juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan karena maggot memiliki kandungan protein yang dapat menunjang pertumbuhan hewan dan ikan.
Salah satu upaya menjaga keberlanjutan budidaya dilakukan dengan menyiapkan pupa yang memenuhi kondisi untuk dijadikan calon indukan. Tahapan ini dikerjakan Warga Binaan dengan pendampingan petugas agar siklus perkembangan BSF dapat terus berlangsung.
Keterlibatan langsung dalam setiap tahapan memberikan pengalaman praktis bagi Warga Binaan dalam memahami pengelolaan budidaya maggot secara terarah. Selain hasilkan pakan alternatif, kegiatan tersebut jadi sarana melatih ketelitian, tanggung jawab, dan keterampilan produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan penyiapan pupa sebagai calon indukan merupakan salah satu tahapan untuk menjaga kesinambungan budidaya maggot BSF. Menurutnya, pemahaman terhadap seluruh proses penting agar Warga Binaan mampu mengelola budidaya secara berkelanjutan.
“Kami mengarahkan Warga Binaan untuk memahami setiap tahapan budidaya, termasuk bagaimana pupa yang kondisinya layak dapat dipersiapkan sebagai calon indukan. Dengan memahami proses tersebut secara utuh, mereka tidak hanya belajar menghasilkan maggot, tetapi juga mengetahui cara menjaga agar siklus budidaya tetap berlangsung,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, H, mengatakan keterlibatannya dalam budidaya maggot beri pengalaman baru dalam memahami proses perkembangan BSF. Ia juga belajar bahwa ketelitian dalam memperhatikan setiap fase menjadi bagian penting agar budidaya dapat berjalan dengan baik.
“Saya jadi lebih memahami bahwa pupa perlu diperhatikan kondisinya karena bisa dipersiapkan untuk melanjutkan siklus berikutnya. Dari sini saya belajar lebih teliti dan bertanggung jawab dalam mengelola budidaya,” ungkap H.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan pengembangan budidaya maggot BSF merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada Warga Binaan. Ia menilai keberlanjutan kegiatan juga penting agar keterampilan yang dipelajari dapat terus dikembangkan.
“Kami mendukung kegiatan pembinaan yang memberikan keterampilan nyata dan dapat dipelajari melalui praktik langsung. Budidaya maggot BSF juga mengajarkan ketekunan, ketelitian, serta tanggung jawab dalam mengelola sebuah proses secara berkelanjutan,” tegas Thoha.
Penyiapan pupa sebagai calon indukan menjadi bagian dari upaya Lapas Batulicin menjaga keberlanjutan budidaya maggot BSF sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian. Perkembangan fasilitas dan hasil budidaya diharapkan semakin memperkuat pemanfaatan maggot sebagai sumber pakan sekaligus memberikan keterampilan produktif bagi Warga Binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


