Lapas Batulicin Perkuat Deteksi Dini TBC melalui Tracing Terintegrasi CKG Lanjutan

Lapas Batulicin Perkuat Deteksi Dini TBC melalui Tracing Terintegrasi CKG Lanjutan

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin perkuat upaya deteksi dini Tuberculosis (TBC) melalui tracing terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Warga Binaan, Sabtu (22/8). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Paripurna Lapas Batulicin tersebut merupakan agenda lanjutan dari tracing sebelumnya dalam memantau kondisi kesehatan Warga Binaan.

Kegiatan terlaksana melalui sinergi Lapas Batulicin bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanah Bumbu dan Puskesmas Pulau Tanjung di mana pemeriksaan kali ini difokuskan kepada Warga Binaan di Blok Delta. Petugas kesehatan dari dinkes dan Puskesmas Pulau Tanjung berkolaborasi dengan petugas kesehatan Klinik Paripurna Lapas Batulicin dalam melaksanakan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan.

Petugas Kesehatan Lapas Batulicin, Zainal Abidin, mengatakan tracing lanjutan memiliki peran penting dalam memastikan potensi TBC diketahui lebih awal. Pemeriksaan yang dilakukan secara terintegrasi juga membantu memperkuat pemantauan kesehatan Warga Binaan sekaligus menekan risiko penularan penyakit di lingkungan Pemasyarakatan.

Tracing ini kami lakukan untuk menemukan potensi TBC sedini mungkin. Dengan pemeriksaan yang terarah dan kolaborasi bersama Klinik Paripurna Lapas, setiap hasil dapat dipantau dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan kesehatan Warga Binaan,” ujar Zainal.

Koordinator CKG dari Puskesmas Pulau Tanjung, dr. Nur Alia, menambahkan tracing lanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan terpantau secara dini dan terarah. Kolaborasi tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Tanjung dan Klinik Paripurna Lapas Batulicin juga diperlukan agar setiap hasil pemeriksaan segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis.

Tracing ini penting karena TBC dapat menular dan pada tahap awal tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan secara aktif diperlukan untuk menemukan kasus lebih dini, mencegah penularan, dan memastikan Warga Binaan yang membutuhkan penanganan dapat segera mendapatkan tindak lanjut,” jelas dr. Alia.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan berinisial A mengapresiasi pemeriksaan yang diberikan karena membantu dirinya mengetahui kondisi kesehatan secara langsung. Pemeriksaan rutin memberikan rasa aman sekaligus mendorong Warga Binaan lebih peduli terhadap kesehatan selama menjalani masa pembinaan.

“Pemeriksaan seperti ini membuat kami lebih mengetahui kondisi kesehatan dan tidak mengabaikan gejala yang mungkin muncul. Saya berharap pemeriksaan kesehatan terus dilakukan agar kami bisa menjaga kesehatan selama menjalani pembinaan,” harap A.

Sebelumnya, program Tracing TBC terintegrasi CKG di Lapas dan Rutan resmi diluncurkan Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada 29 Juni 2026 di Lapas Nusakambangan. Kolaborasi lintas sektor tersebut memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan dengan mengedepankan pencegahan, deteksi dini, dan tindak lanjut yang tepat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0