Lapas Cipinang Latih Calon Tutor Berpikir Kritis, Erudio Apresiasi Perkembangan Peserta
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang latih calon tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Warga Mandiri untuk berpikir kritis melalui pelatihan pencarian, validasi, dan analisis informasi dalam lanjutan Training of Trainer (ToT) bersama Sekolah Erudio Indonesia, Rabu (14/10), di Aula Gedung II.
Dalam sesi presentasi proyek, para calon tutor tidak hanya sampaikan gagasan, tetapi juga jelaskan sumber informasi, proses pengumpulan data, dan dasar penarikan kesimpulan. Setiap kelompok mendapat tanggapan dan pertanyaan kritis dari tim fasilitator.
Salah satu fasilitator, Purnama Sari Pelupessy, mempertanyakan kecukupan jumlah responden dalam proyek bertema survival. Kelompok tersebut menjelaskan bahwa responden dengan latar belakang yang sesuai dengan fokus kajian memang terbatas. Diskusi ini jadi pembelajaran tentang pentingnya menguji temuan dan memahami keterbatasan data sebelum menarik kesimpulan.
Bagi Aris Setyawan, salah seorang calon tutor, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah dan mempertanggungjawabkan informasi.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Kami belajar bahwa mencari informasi saja tidak cukup. Sumbernya harus diperiksa, datanya dibandingkan, dan kesimpulannya harus bisa dijelaskan,” ungkapnya.
Ketua Tim sekaligus founder Sekolah Erudio Indonesia, Monika Irayati, mengaku takjub melihat perkembangan peserta, terutama keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan dan menjelaskan proses pencarian informasi.
“Saya takjub melihat perkembangan teman-teman hari ini. Mereka mulai lebih percaya diri, mampu menjelaskan dari mana informasi diperoleh, bagaimana memvalidasinya, dan alasan di balik kesimpulan yang dibuat. Ini kemajuan yang sangat berarti,” ujar Ira.
Pembina PKBM Warga Mandiri, Septiyawan, menyampaikan harapan Kepala Lapas Cipinang, Dr. Syarpani, agar pelatihan tersebut membentuk calon tutor yang tidak hanya mampu menyampaikan materi, tetapi juga mendorong proses belajar yang aktif dan kritis.
“Harapan Bapak Kalapas, calon tutor mampu mengajak peserta didik berpikir, mencari tahu, dan memecahkan persoalan secara mandiri. Dengan begitu, PKBM bukan hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan kesetaraan, tetapi juga ruang tumbuhnya pengetahuan dan keterampilan Warga Binaan,” jelas Septiyawan.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Cipinang kembangkan PKBM Warga Mandiri sebagai ruang pembelajaran berbasis proyek dengan menyiapkan calon tutor yang mampu menguji informasi, membangun diskusi, dan mengembangkan gagasan yang bermanfaat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Cipinang
What's Your Reaction?


