Lapas Geser Ajari Warga Binaan Olah Limbah Kayu Jadi Dudukan Pot
Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser gelar pembinaan kemandirian berbasis upcycling dengan mengolah limbah kayu bekas jadi dudukan pot bunga yang bernilai jual, Rabu (7/10). Kegiatan ini bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus mengajak Warga Binaan memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai menjadi produk yang bermanfaat.
Program pelatihan pertukangan tersebut melibatkan Staf Pembinaan Lapas Geser dan peserta magang. Material sisa diolah menjadi kerajinan tangan fungsional melalui proses pengukuran, pemotongan, hingga perakitan. Kegiatan ini juga memberi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar keterampilan baru dan mengenal peluang usaha dari bahan di sekitar.
Staf Pembinaan Lapas Geser, Randi S. Wamnebo, yang turut memberikan pendampingan mengungkapkan bahwa pendekatan berbasis praktik dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan etos kerja Warga Binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di Lapas menjadi fase yang solutif. Mengolah limbah kayu ini bukan hanya mengasah keterampilan pertukangan dasar, tetapi juga memicu kreativitas mereka untuk jeli melihat potensi ekonomi di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurutnya. Warga Binaan tidak hanya diajarkan keterampilan teknis mulai dari konseptualisasi desain modern, presisi pengukuran, hingga teknik pemotongan tetapi juga distimulasi untuk berpikir kreatif dalam melihat peluang usaha.
“Kehadiran rekan-rekan magang membawa metode baru yang membuat proses belajar menjadi lebih hidup dan inovatif. Dengan hasil ini, kami siap mempromosikan produk ini ke masyarakat luas sebagai bukti nyata keberhasilan pembinaan di Lapas Geser,” tambah Randi.
Salah satu peserta magang, Abdul Muthalib Kelian, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
“Kami memadukan pendekatan sosial dan kreativitas desain dengan semangat belajar Warga Binaan. Menyaksikan antusiasme mereka yang tinggi saat merakit potongan kayu menjadi karya yang rapi adalah pengalaman yang luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi mampu melahirkan produktivitas tanpa batas,” ungkap Abdul Muthalib.
Dampak kegiatan tersebut juga dirasakan UR, salah seorang Warga Binaan yang mengikuti pelatihan. Ia optimistis keterampilan yang diperolehnya dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Saya sangat bersyukur atas bimbingan yang ramah dan kreatif dari dan peserta magang. Dari yang awalnya kami hanya melihat sebagai limbah dan bahan kayu bakar, sekarang kami bisa membuat dudukan pot yang cantik. Ini menjadi modal dan bekal berharga bagi saya untuk merintis usaha mandiri dan produktif setelah bebas nanti,” tutur UR.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi pelaksanaan pembinaan yang melibatkan peserta magang tersebut.
“Program pembinaan kemandirian adalah pilar utama kami untuk membentuk manusia mandiri yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Inovasi pemanfaatan limbah kayu ini sangat luar biasa karena berhasil menggabungkan tiga aspek penting yakni edukasi keterampilan, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan. Semoga sinergi dan iklim kreatif ini terus berlanjut,” tegas Nober Hasanda.
Kegiatan tersebut salah satu bentuk pembinaan kemandirian Lapas Geser yang memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan dan menghasilkan produk yang dapat bernilai jual. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Geser
What's Your Reaction?


