Lapas Pemuda Madiun Panen 440 Butir Telur dari Budidaya Ayam Petelur
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali panen hasil budidaya ayam petelur sebanyak 440 butir telur, Kamis (3/9). Capaian tersebut bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus tunjukkan produktivitas peternakan yang terus dikembangkan.
Budidaya ayam petelur dikelola di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Madiun yang berada di Brandgang dengan libatkan Warga Binaan. Saat ini terdapat 1.000 ekor ayam indukan berusia sekitar 20 minggu yang dipelihara secara rutin untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Dwi Saputra, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari perawatan yang dilakukan secara konsisten oleh petugas bersama Warga Binaan.
“Sebanyak 440 butir telur berhasil kami panen hari ini. Hasil ini tentunya tidak lepas dari perawatan rutin, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga pemantauan kondisi ayam. Kami terus melakukan evaluasi agar produktivitas ternak dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Menurutnya, budidaya ayam petelur tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang peternakan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa program budidaya ayam petelur merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Pemuda Madiun.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan memberikan keterampilan nyata kepada Warga Binaan. Budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu program yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan, baik dari sisi produktivitas maupun keterampilan yang diperoleh Warga Binaan,” tegasnya.
Ia berharap pengelolaan SAE dapat terus berjalan secara optimal sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaksanaan pembinaan maupun sebagai bekal keterampilan bagi Warga Binaan.
Salah seorang Warga Binaan, A, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya ayam petelur memberikan pengalaman baru sekaligus melatih kedisiplinan dalam bekerja.
“Kami belajar bagaimana merawat ayam dengan baik, memberikan pakan secara teratur, menjaga kebersihan kandang, dan mengumpulkan telur hasil panen. Kegiatan ini membuat kami lebih disiplin dan mendapatkan pengalaman yang bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ujarnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


