Lewat Program 'Wali Menyapa', Lapas Wahai Tampung Aspirasi dan Gali Potensi Warga Binaan
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wahaielaksanakan program "Wali Menyapa" secara serentak di area blok hunian pada Kamis (3/9). Kegiatan ini mempertemukan langsung petugas yang bertindak sebagai Wali Pemasyarakatan dengan Warga Binaan di bawah bimbingannya untuk berdialog secara terbuka dan dua arah.
Interaksi ini difokuskan pada dua target utama, yakni mendengarkan keluhan maupun kendala Warga Binaan selama menjalani masa pidana, serta memetakan bakat dan minat mereka. Hasil dari dialog tersebut akan digunakan pihak Lapas sebagai acuan dalam menentukan program pembinaan kemandirian maupun kepribadian yang paling tepat sasaran.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menegaskan pendekatan komunikasi langsung ini krusial untuk evaluasi layanan pemasyarakatan. "Kegiatan ini adalah komunikasi dua arah yang sangat penting. Kami ingin memastikan hak-hak wa terpenuhi sekaligus mengetahui potensi apa yang bisa dikembangkan dari diri mereka. Dengan begitu, program pembinaan yang kami berikan benar-benar efektif dan tidak salah sasaran," ujarnya.
Selama sesi "Wali Menyapa" berlangsung, para petugas mencatat berbagai aspirasi dari Warga Binaan, mulai dari pemenuhan layanan dasar sehari-hari hingga keinginan untuk mengikuti pelatihan keterampilan khusus. Frans Tepal, salah satu Wali Pemasyarakatan yang terjun langsung dalam kegiatan tersebut, menjelaskan pendekatan kekeluargaan membuat Warga Binaan lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi mereka.
"Banyak dari mereka sebenarnya memiliki keterampilan dasar yang bagus, namun belum tersalurkan. Lewat obrolan langsung seperti ini, keluhan mereka bisa cepat kami catat dan tindak lanjuti, sementara potensi yang mereka miliki langsung kami arahkan agar bisa masuk ke bengkel kerja atau program pembinaan lainnya di Lapas," ungkap Frans.
Bagi para Warga Binaan, tersedianya ruang dialog ini memberikan dampak positif. Mereka merasa keluhan dan minat mereka difasilitasi dengan baik oleh pihak Lapas.
"Kami merasa lebih dihargai karena ada petugas yang mau duduk bareng dan mendengar keluhan kami secara langsung tanpa perantara. Saya pribadi bisa menyampaikan keinginan untuk ikut pelatihan keterampilan, dan syukurlah direspons dengan sangat baik oleh wali saya," kata IB, salah seorang Warga Binaan.
Program "Wali Menyapa" ini dijadwalkan akan terus dioptimalkan sebagai agenda berkala di Lapas Wahai guna menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang kondusif, aman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


