Lapas Perempuan Palembang Luncurkan Inovasi Layanan Kesehatan "JELITA"

Lapas Perempuan Palembang Luncurkan Inovasi Layanan Kesehatan "JELITA"

Palembang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang kembali tunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, sebuah terobosan baru bertajuk JELITA atau Jaga, Cek, dan Layani Kesehatan Warga Binaan resmi diperkenalkan sebagai garda terdepan dalam menjaga kebugaran dan kesehatan para Warga Binaan, Kamis (12/3).

Inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa hak atas kesehatan adalah prioritas utama meskipun ruang gerak Warga Binaan terbatas. JELITA bukan  sekadar singkatan, tetapi mencerminkan misi memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan menyeluruh.

Tiga Pilar Utama JELITA mengedepankan langkah konkret dalam implementasi hariannya:
1.    Jaga: Melakukan pengawasan rutin terhadap kebersihan lingkungan blok hunian dan memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat untuk mencegah munculnya penyakit.
2.    Cek: Melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara berkala tanpa harus menunggu Warga Binaan mengeluh sakit dan juga melakukan upaya cek kesehatan berkala khusus bagi kelompok rentan (lansia, ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia dan penderita penyakit kronis).
3.    Layani: Memberikan layanan konsultasi medis, pengobatan, dan rujukan cepat bagi Warga Binaan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menyatakan inovasi ini bertujuan memangkas birokrasi layanan kesehatan di Lapas. Dengan adanya JELITA, diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kecacatan, menurunkan jumlah kasus rujukan, dan mencegah terjadinya kematian. "Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak kesehatan yang setara selama 24 jam. Melalui JELITA, petugas kami lebih proaktif. Jadi, tidak ada lagi istilah sakit yang tidak terpantau," jelasnya.

Para Warga Binaan pun menyambut baik inovasi ini. Mereka merasa lebih diperhatikan karena akses terhadap tenaga medis kini menjadi lebih dekat dan mudah dijangkau setiap harinya. 

Salah seorang Warga Binaan berinisial MD mengungkapkan rasa syukurnya. "Dulu kami harus menunggu jadwal atau melapor saat sudah sakit, tapi sekarang petugas kesehatan lebih sering berkeliling dan memeriksa kondisi kami secara rutin. Kami merasa lebih aman dan diperhatikan dengan adanya program JELITA," ungkapnya.

Inovasi JELITA diharapkan menjadi role model bagi Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan lainnya di Indonesia dalam hal pemenuhan hak asasi manusia, khususnya di bidang kesehatan reproduksi dan mental bagi perempuan di balik jeruji besi. (IR)

 


Kontributor: LPP Palembang
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0