Lapas Perempuan Palu Terima 100 Buku dari Perpusnas RI, Warga Binaan Makin Melek Literasi

Lapas Perempuan Palu Terima 100 Buku dari Perpusnas RI, Warga Binaan Makin Melek Literasi

Sigi, INFO_PAS – Upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan Pemasyarakatan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, salah satunya melalui hadirnya tambahan 100 koleksi buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Sabtu (6/12). Hal ini menjadi dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan dan edukasi bagi Warga Binaan.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Perpusnas RI dalam mendukung program pembinaan berbasis pendidikan dan literasi di Lapas. Menurutnya, buku merupakan sarana penting dalam memberikan pengetahuan baru, memperluas wawasan, dan menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri.

“Bantuan buku ini merupakan dukungan nyata dalam mendorong Warga Binaan untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Kami percaya pendidikan dan pengetahuan dapat menjadi modal positif bagi mereka saat kembali ke masyarakat,” ujar Yoesiana.

Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Effendy, mengungkapkan pihaknya terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang menarik agar Warga Binaan makin aktif memanfaatkan fasilitas perpustakaan. “Kami tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga mendorong Warga Binaan untuk mengikuti kegiatan membaca terarah dan diskusi. Dengan begitu, mereka tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami dan mengambil manfaat dari ilmu yang diperoleh,” jelasnya seraya berharap bantuan yang diterima ini menjadi pemicu semangat baru bagi Warga Binaan untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri.

Perpustakaan di Lapas Perempuan Palu selama ini menjadi ruang produktif bagi Warga Binaan untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan bermanfaat, seperti membaca, menulis, dan diskusi kelompok. Dengan bertambahnya koleksi buku, fasilitas tersebut makin kaya pilihan bacaan yang mencakup buku keterampilan, pengetahuan umum, kesehatan, hingga bacaan motivasi.

Warga Binaan pun senang dengan hadirnya buku-buku baru tersebut. Membaca memberikan harapan dan membuka perspektif baru tentang kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.

Program peningkatan literasi ini sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pembinaan dan rehabilitasi agar setiap Warga Binaan siap menjalani proses reintegrasi sosial. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Warga Binaan makin termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri guna mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.

Ke depannya, Lapas Perempuan Palu berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas perpustakaan dan berbagai kegiatan edukatif lainnya demi mendukung tumbuhnya perilaku positif dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Lapas. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0