Lapas Takalar Bekali Warga Binaan dengan Pelatihan Barista

Lapas Takalar Bekali Warga Binaan dengan Pelatihan Barista

Takalar, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar bekali Warga Binaan dengan keterampilan barista melalui pelatihan pengolahan dan penyajian kopi secara profesional. Sebanyak 16 Warga Binaan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1) di aula Lapas Takalar.

Pelatihan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan pada penguatan keterampilan kerja, khususnya di sektor kuliner yang memiliki peluang usaha luas. Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Takalar, Murshahid, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi fungsi pembinaan Pemasyarakatan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap Warga Binaan mendapatkan bekal dan ilmu yang nyata. Ketika nanti bebas dan kembali ke keluarga, mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja atau berwirausaha,” ujar Murshahid.

Ia juga mendorong peserta untuk aktif selama pelatihan dan memanfaatkan kesempatan belajar secara maksimal. “Apa pun yang ingin ditanyakan kepada trainer, silakan sampaikan. Jangan sungkan, karena ini momen untuk belajar,” pintanya.

Materi pelatihan disampaikan oleh instruktur Sunasriadi yang memfokuskan pembelajaran pada pengenalan dasar dunia kopi. Para Warga Binaan dibekali pengetahuan tentang jenis kopi, peralatan, bahan baku, hingga teknik penyajian sesuai standar profesional.

“Hari ini kami mulai dari pengenalan alat, bahan, dan cara penyajian. Barista harus benar-benar mengenal kopi. Jangan sampai dianggap hanya menyajikan kopi rumahan biasa,” jelas Sunasriadi.

Ia berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal nyata setelah Warga Binaan bebas nanti. “Coffeeshop sekarang sudah menjamur. Kalau dasarnya sudah ada dari sini, peluang untuk terserap di dunia kerja terbuka lebar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Mansur, menegaskan bahwa pelatihan barista ini diarahkan untuk meningkatkan soft skill dan kesiapan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir.

“Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Ikuti kegiatan ini dengan serius, jangan ragu bertanya, agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” harap Mansur saat memantau pelatihan di hari terakhir, Sabtu (24/1).

Salah seorang peserta inisial IR mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan minat pribadinya di bidang kopi. “Saya penikmat kopi dan punya keinginan membuka usaha warkop. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan akan saya manfaatkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Melalui pelatihan barista ini, Lapas Takalar terus menghadirkan pembinaan yang adaptif dan berorientasi masa depan, membuka peluang bagi Warga Binaan untuk bangkit, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Takalar

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0