Lapas Tanjung Tingkatkan Literasi Al-Qur’an Warga Binaan melalui Pembelajaran Iqra dan Tajwid
Tanjung, INFO_PAS – Kemampuan membaca Al-Qur’an terus diperkuat melalui pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung. Bertempat di Masjid At-Tawwabin Lapas Tanjung, Warga Binaan mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an, Iqra, dan tajwid bersama pengajar dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong, peserta magang, dan staf pembinaan, Senin (7/9).
Pembelajaran tersebut diikuti oleh Warga Binaan dengan materi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Selain membaca Iqra dan Al-Qur’an, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tajwid sebagai dasar untuk memperbaiki makhraj, panjang pendek bacaan, dan penerapan hukum-hukum bacaan secara tepat.
Staf Pembinaan, Muhammad Lutfi Mushab, menyampaikan pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.
“Pembelajaran Al-Qur’an ini kami harapkan memberikan manfaat bagi Warga Binaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca dengan baik dan benar. Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diharapkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” harap Lutfi.
Pengajar dari Kemenag Kabupaten Tabalong, Ustaz Mansyur, menjelaskan proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kemampuan dasar setiap peserta. Penguasaan Iqra menjadi fondasi penting sebelum peserta dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih lancar, sementara pemahaman tajwid diperlukan agar bacaan sesuai kaidah yang benar.
“Kami berupaya membimbing Warga Binaan secara perlahan sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan berlatih sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an makin baik dan benar,” tutur Ustaz Mansyur.
Salah seorang Warga Binaan, Eko, senang dapat mengikuti pembelajaran tersebut karena memperoleh kesempatan untuk kembali belajar membaca Al-Qur’an secara terarah. “Semoga dengan mengikuti pembelajaran ini, saya makin lancar dan lebih memahami cara membaca yang benar,” harapnya.
Pembinaan keagamaan melalui pembelajaran Al-Qur’an, Iqro, dan tajwid menjadi komitmen Lapas Tanjung dalam memberikan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual Warga Binaan. Kolaborasi bersama Kemenag Kabupaten Tabalong juga diharapkan memperkuat kualitas pembinaan sehingga Warga Binaan memiliki bekal keagamaan yang dapat mendukung proses perubahan diri selama berada di dalam Lapas.
Melalui pembelajaran berkelanjutan, Lapas Tanjung berharap makin banyak Warga Binaan yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


