Bekali Keterampilan Menjahit, Lapas Perempuan Pangkalpinang Gelar Pelatihan bagi Warga Binaan bersama Penjahit Yola
Pangkalpinang, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang terus perkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pelatihan keterampilan yang memiliki nilai manfaat dan dapat dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan menjahit bekerja sama dengan Penjahit Yola selama tiga hari mulai Senin (7/9).
Dengan pendampingan dari instruktur Penjahit Yola, peserta mengikuti proses pembelajaran secara bertahap, mulai dari pengenalan teknik dasar hingga praktik menjahit. Keterampilan menjahit sendiri dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif maupun usaha setelah Warga Binaan selesai menjalani masa pembinaan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mia Cahyani, pelatihan tersebut merupakan komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang memberikan bekal nyata bagi Warga Binaan. “Kami harap Warga Binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga memiliki bekal yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” harapnya.
Selama pelatihan, Warga Binaan terlihat mengikuti setiap tahapan dengan antusias. Pendampingan secara langsung memberikan ruang bagi peserta untuk belajar sekaligus mencoba teknik yang diberikan sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat dipraktikkan secara langsung.
Salah satu pembimbing dari Penjahit Yola, Jahlelawati, mengatakan pihaknya berupaya memberikan pengetahuan dan praktik menjahit secara bertahap agar dapat diikuti dengan baik oleh para peserta. “Senang sekali dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada Warga Binaan. Selama pelatihan, kami memberikan materi sekaligus praktik agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dipahami dan dikembangkan,” tuturnya.
Bagi Warga Binaan, kesempatan mengikuti pelatihan menjadi pengalaman yang tidak hanya menambah kemampuan, tetapi juga membuka wawasan mengenai aktivitas produktif yang dapat dilakukan setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Salah satu Warga Binaan, D, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan mengikuti pelatihan menjahit tersebut. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan yang dapat dipelajari selama menjalani masa pembinaan.
“Banyak hal baru yang saya pelajari. Semoga keterampilan menjahit ini nantinya bisa saya gunakan setelah bebas,” harap D.
Melalui keterampilan yang diberikan, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal positif untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana. (IR)
Kontributor: LPP Pangkalpinang
What's Your Reaction?


