Lapas Tanjung Panen 30 Kilogram Kembang Kol dari Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Tanjung, INFO_PAS – Sebanyak 30 kilogram kembang kol berhasil dipanen dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Sabtu (5/9). Panen kembang kol ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan produktif di SAE Lapas Tanjung sekaligus sarana untuk memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan dalam bidang pertanian. Melalui proses pembibitan, perawatan hingga pemanenan, Warga Binaan mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Robbyanoor, menyampaikan hasil panen tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian. Menurutnya, pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketekunan Warga Binaan.
“Panen 30 kilogram kembang kol ini merupakan hasil dari proses yang dilakukan secara bertahap dan konsisten. Kami berharap Warga Binaan memahami keterampilan pertanian yang diperoleh selama pembinaan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” harap Robbyanoor.
Keterlibatan peserta magang dalam proses pertanian turut memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung. Salah satu peserta magang, Agustina, mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana program pembinaan kemandirian dilaksanakan melalui pengelolaan pertanian di lingkungan Pemasyarakatan. “Selain mendapatkan pengalaman, kami juga belajar bahwa pembinaan dapat dilakukan melalui aktivitas produktif yang memberikan keterampilan nyata,” ungkapnya.
Sementara itu, Warga Binaan, Ideham, senang dapat terlibat dalam proses perawatan hingga pemanenan kembang kol. Menurutnya, kegiatan pertanian memberikan pengalaman baru sekaligus melatih dirinya untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.
“Dari kegiatan ini saya belajar untuk lebih sabar, rajin, dan bertanggung jawab. Mudah-mudahan keterampilan seperti ini bisa saya gunakan dan kembangkan setelah kembali ke masyarakat,” kata Ideham.
Ke depannya, Lapas Tanjung akan terus mendorong optimalisasi SAE melalui berbagai kegiatan produktif. Pengembangan sektor pertanian diharapkan memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun pola kerja yang positif selama menjalani pembinaan.
Melalui pengembangan keterampilan pertanian secara konsisten, Lapas Tanjung berkomitmen membentuk Warga Binaan yang lebih produktif, mandiri, dan siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


