Pemantauan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Pelaihari Fokus Cegah Risiko Penyakit Tidak Menular

Pemantauan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Pelaihari Fokus Cegah Risiko Penyakit Tidak Menular

Pelaihari, INFO_PAS — Upaya menjaga kondisi kesehatan Warga Binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui pemantauan kesehatan sebagai langkah preventif dan promotif terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM), Sabtu (5/9). Bertempat di Klinik Rutan, sasaran pemantauan secara khusus diarahkan kepada Warga Binaan yang memiliki riwayat Diabetes Melitus dan hipertensi sehingga kondisi kesehatan mereka dipantau secara berkala dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan. Petugas memberikan pemahaman kepada Warga Binaan mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh, melakukan pemeriksaan secara rutin, serta mengikuti anjuran medis sebagai bagian dari upaya mengendalikan faktor risiko PTM.

Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 34 Warga Binaan mengikuti pemeriksaan dengan rincian 21 orang memiliki riwayat hipertensi, empat orang mengalami hipertensi disertai Diabetes Melitus, dan sembilan orang memiliki riwayat Diabetes Melitus.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pemantauan berikutnya. Klinik Rutan Pelaihari akan melakukan evaluasi kondisi kesehatan Warga Binaan setiap pekan sehingga perubahan kondisi dapat diketahui lebih dini dan penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Galang Tresno Prakoso, mengatakan pemantauan berkala diperlukan agar kondisi kesehatan Warga Binaan dengan riwayat PTM tidak hanya diketahui, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut secara berkesinambungan. “Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar tindak lanjut medis sesuai dengan advice dokter penanggung jawab Klinik Rutan Pelaihari,” ujarnya.

Salah seorang Warga Binaan, Saroso, mengapresiasi pemantauan kesehatan yang dilakukan secara rutin oleh petugas klinik. Menurutnya, pemeriksaan tersebut membantu Warga Binaan mengetahui kondisi kesehatan dan lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup.

“Pemeriksaan seperti ini sangat membantu kami untuk mengetahui kondisi kesehatan secara rutin. Kami juga mendapat penjelasan dari petugas mengenai cara menjaga kesehatan dan pentingnya mengikuti anjuran yang diberikan,” kata Saroso.

Selain evaluasi medis, hasil pemantauan juga akan diikuti dengan terapi medis sesuai advice dokter penanggung jawab Klinik Rutan Pelaihari. Data kesehatan Warga Binaan selanjutnya dilakukan penginputan ke database aplikasi PTM Kementerian Kesehatan RI sehingga pencatatan dan pemantauan dilakukan secara lebih terarah.

Program tersebut menunjukkan pelayanan kesehatan di lingkungan Rutan tidak berhenti pada pemeriksaan ketika muncul keluhan. Pemantauan rutin menjadi proses untuk mengenali kondisi kesehatan lebih awal, memastikan tindak lanjut berjalan, dan membantu Warga Binaan memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Melalui program ini, Rutan Pelaihari terus mengupayakan peningkatan derajat kesehatan Warga Binaan secara optimal. Langkah preventif dan promotif tersebut sekaligus menjadi pemenuhan hak Warga Binaan untuk memperoleh pelayanan kesehatan selama menjalani masa pembinaan. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Pelaihari

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0