Lima Ton Beras Hasil Panen Warga Binaan Lapas Atambua Ludes Diborong Masyarakat

Lima Ton Beras Hasil Panen Warga Binaan Lapas Atambua Ludes Diborong Masyarakat

Atambua, INFO_PAS - Beras hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua tarik minat masyarakat di mana sebanyak lima ton beras yang merupakan hasil keringat dan kerja keras mereka habis terjual dalam waktu singkat. Hasil panen raya beberapa waktu lalu kini telah didistribusikan kepada masyarakat dan para petugas Lapas yang ikut mengantre untuk membeli. Dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp12.000 per kilogram, masyarakat sudah bisa menikmati beras baru berkwalitas premium yang pulen dan enak.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukbair, menyatakan rasa syukurnya atas antusiasme luar biasa dari pembeli. Menurutnya, program pembinaan kemandirian di bidang pertanian ini berjalan sangat efektif.

"Kami tidak menyangka respon pasar akan sepositif ini. Lima ton beras ludes dalam sekejap. Ini membuktikan produk yang dihasilkan Warga Binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar luar sekaligus menjadi modal kepercayaan diri bagi mereka," ujar Andra, Kamis (9/7).

Sementara itu, Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan tujuan utama program ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan memberikan bekal nyata bagi Warga Binaan.

"Keberhasilan penjualan ini adalah bukti nyata dari keberhasilan pembinaan di Lapas. Kami ingin mengubah stigma negatif masyarakat. Di sini, mereka ditempa menjadi pribadi produktif dan bermanfaat. Uang hasil penjualan ini juga akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajakdan menjadi premi bagi Warga Binaan yang bekerja," ungkap Antonio.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Decky Nurmansyah, turut mengapresiasi keberhasilan Lapas Atambua yang berhasil menjual habis lima ton beras hasil panen Warga Binaan kepada masyarakat. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian di bidang pertanian mampu menghasilkan produk berkualitas, memberikan manfaat ekonomi, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap hasil karya Warga Binaan.

"Ketika masyarakat menerima hasil karya Warga Binaan, sesungguhnya mereka juga sedang memberi ruang bagi lahirnya perubahan. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur untuk terus menghadirkan pembinaan produktif, berkualitas, dan berkelanjutan," pesan Decky.

Kebahagiaan ini turut dirasakan langsung salah satu Warga Binaan yang ikut mengelola lahan pertanian tersebut. Mereka bangga karena hasil kerja kerasnya selama berada di Lapas bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Modal keterampilan ini sangat berharga untuk mereka memulai hidup baru nanti setelah bebas.

Ludesnya beras hasil keringat Warga Binaan ini bukan sekadar angka penjualan, melainkan pengakuan atas ruang perubahan yang nyata. Harapannya, dukungan dari masyarakat dan petugas Lapas Atambua menjadi pemantik semangat bagi para Warga Binaan untuk terus mengasah potensi diri demi masa depan yang lebih cerah dan mandiri. (IR)

 

Kontributor: Lapsa Atambua, Kanwil Ditjenpas NTT

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0