Mandora Band Lapas Batulicin, Kolaborasi Petugas dan Warga Binaan dalam Harmoni Musik
Batulicin, INFO PAS – Mandora Band Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin menjadi wadah kolaborasi seni musik antara petugas dan Warga Binaan untuk mengembangkan kreativitas serta bakat bermusik. Kegiatan latihan berlangsung di ruang seni area Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Batulicin, Sabtu (10/10).
Sebagai grup musik yang tumbuh di lingkungan Lapas Batulicin, Mandora Band berikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk menyalurkan minat dan mengasah kemampuan bermusik. Kolaborasi dengan petugas juga menghadirkan ruang berkarya yang mendorong kebersamaan melalui kegiatan seni.
Eksistensi Mandora Band terlihat melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan Lapas Batulicin. Grup musik ini pernah memberikan hiburan dalam perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, kegiatan trail adventure, seremonial purnatugas petugas, dan sejumlah momen lainnya yang menjadi kesempatan bagi personel untuk mengasah kemampuan tampil di hadapan penonton.
Dalam beberapa kesempatan, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, turut mengambil peran sebagai vokalis dengan menyumbangkan suaranya bersama Mandora Band. Keterlibatan tersebut menambah warna dalam penampilan grup musik sekaligus memperlihatkan kolaborasi seni yang terbangun antara pimpinan, petugas, dan Warga Binaan.
Thoha menyampaikan pengembangan seni musik menjadi salah satu bentuk kegiatan positif yang mendukung proses pembinaan Warga Binaan. Ia berharap Mandora Band terus berkembang dan memberikan ruang bagi personelnya untuk berkreativitas, serta membangun kepercayaan diri.
“Kreativitas perlu diberi ruang agar berkembang menjadi kemampuan bermanfaat. Kami mendukung Mandora Band sebagai wadah berkarya bersama sekaligus berharap kegiatan ini membantu Warga Binaan mengembangkan potensi diri melalui seni musik,” harap Thoha.
Petugas Lapas Batulicin sekaligus Koordinator Mandora Band, Effendi, menjelaskan grup musik ini menjadi sarana untuk menyalurkan minat dan mengembangkan kemampuan seni para personelnya. Menurutnya, latihan bersama juga menjadi kesempatan untuk membangun kekompakan antara petugas dan Warga Binaan.
“Mandora Band kami kembangkan sebagai ruang bagi petugas dan Warga Binaan untuk berkarya bersama melalui musik. Kami ingin setiap latihan menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan, menjaga kekompakan, dan mempersiapkan penampilan yang dapat dinikmati dalam berbagai kegiatan,” ujar Effendi.
Salah seorang Warga Binaan, A, senang terlibat dalam kegiatan musik bersama personel lainnya. Baginya, Mandora Band memberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat sekaligus memperoleh pengalaman baru melalui latihan dan penampilan.
“Selain belajar dan mengasah kemampuan, kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk bekerja sama dan saling mendukung agar dapat menghasilkan penampilan yang baik,” tutur A.
Melalui Mandora Band, seni musik menjadi sarana untuk mempertemukan kreativitas, kebersamaan, dan semangat berkarya di lingkungan Lapas Batulicin. Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan membantu personel mengembangkan bakat sekaligus menghadirkan harmoni yang memperkuat nilai positif dalam pembinaan. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


