Pengelasan dan Manufaktur Jadi Praktik Kerja, Warga Binaan Lapas Batulicin Perbaiki Body Motor
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus kembangkan kegiatan kerja produktif melalui unit pengelasan dan manufaktur di area Balai Latihan Kerja (BLK). Pada Senin (12/10), Warga Binaan praktikkan keterampilan pengelasan dengan memperbaiki bagian body motor yang mengalami keropos menggunakan material besi baru.
Pengerjaan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemotongan material hingga penyambungan besi pada bagian body motor yang membutuhkan perbaikan. Pengelasan juga digunakan untuk memperkuat kembali sejumlah bagian rangka agar objek kerja memiliki konstruksi yang lebih kokoh dan layak digunakan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan praktik kerja pada unit pengelasan dan manufaktur diarahkan untuk memberikan pengalaman teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pekerjaan dengan objek nyata, seperti perbaikan body motor menjadi media pembelajaran untuk membangun ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
"Pengelasan dan manufaktur kami arahkan tidak hanya pada kemampuan menggunakan peralatan, tetapi juga pada proses memahami pekerjaan dari awal sampai selesai. Melalui praktik dengan objek nyata, Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja yang lebih aplikatif sebagai bekal untuk mengembangkan keterampilan setelah mengikuti pembinaan di Lapas,” ujar Harry.
Praktik tersebut menjadi pembelajaran berbasis pekerjaan yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengenal proses kerja bidang pengelasan dan manufaktur. Penggunaan peralatan, seperti mesin las dan gerinda turut melatih ketelitian, dan pemahaman terhadap tahapan pengerjaan sesuai kebutuhan proyek.
Kemampuan mengoperasikan peralatan kerja terlihat dalam proses penyelesaian perbaikan body motor yang dikerjakan secara bertahap dan terukur. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menerapkan pengetahuan teknis yang diperoleh melalui program perbengkelan unit pengelasan dan manufaktur.
Salah seorang Warga Binaan, N, mengungkapkan praktik memperbaiki body motor memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan teknik pemotongan, penyambungan, dan pengelasan besi. Ia menilai pekerjaan tersebut juga membantu meningkatkan ketelitian karena setiap bagian harus dikerjakan secara tepat agar hasil akhirnya kembali kokoh.
“Saat mengerjakan body motor, kami belajar mulai dari memotong besi, menyesuaikan bagian yang keropos, sampai menyambungkannya kembali menggunakan las. Pekerjaan seperti ini membuat kami makin memahami bagaimana keterampilan pengelasan diterapkan pada pekerjaan yang benar-benar membutuhkan hasil yang kuat dan rapi,” ungkap N.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai praktik kerja melalui unit pengelasan dan manufaktur penting untuk memberikan pengalaman keterampilan yang dapat diterapkan pada pekerjaan nyata. Ia berharap kegiatan tersebut terus dikembangkan melalui pengerjaan berbagai objek kerja sehingga Warga Binaan memiliki pengalaman yang makin beragam selama mengikuti program pembinaan kemandirian.
“Pembinaan kemandirian perlu memberikan pengalaman yang dapat diterapkan dalam pekerjaan nyata, termasuk melalui pengelasan dan manufaktur. Kami berharap praktik seperti ini menambah pengalaman teknis Warga Binaan sekaligus menjadi bekal keterampilan bermanfaat setelah menyelesaikan masa pembinaan,” harap Thoha.
Praktik perbaikan body motor menjadi salah satu bentuk pemanfaatan fasilitas BLK dalam memberikan pengalaman kerja teknis kepada Warga Binaan. Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, unit pengelasan dan manufaktur diharapkan makin mendukung pembinaan kemandirian berbasis keterampilan dan pengalaman kerja nyata. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


