Melalui Program IMPACT, Lapas Kelas I Tangerang Perlihatkan Wajah Baru Pembinaan lewat Jawara Beton

Melalui Program IMPACT, Lapas Kelas I Tangerang Perlihatkan Wajah Baru Pembinaan lewat Jawara Beton

Tangerang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang perkenalkan program pembinaan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dan masyarakat dalam agenda publikasi nasional melalui program Imigrasi dan Pemasyarakatan in Action (IMPACT) Route. Hal ini tunjukkan kepada awak media nasional bersama Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik (Pusdatin KP) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam peliputan program pembinaan unggulan Jawara Beton, Selasa (26/5).

Dalam kegiatan tersebut, awak media meninjau langsung proses produksi Jawara Beton yang dijalankan Warga Binaan, mulai dari pengolahan material Fly Ash and Bottom Ash (FABA), pencetakan produk, hingga hasil konstruksi yang telah diproduksi. Tim juga melihat rumah contoh tipe 36 yang dibangun menggunakan panel Rumah Instan Hemat Aman atau RISHAM dan Bataton hasil karya Warga Binaan sebagai bentuk implementasi nyata program pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan.

Program Jawara Beton sendiri merupakan inovasi pembinaan yang memanfaatkan limbah pembakaran batu bara PLTU menjadi berbagai produk konstruksi bernilai ekonomi, seperti paving block, bataton press, roster, pagar panel, modul rumah, hingga tetrapod pemecah ombak. Sejumlah produk hasil karya Warga Binaan bahkan telah digunakan pada proyek pembangunan di luar Lapas, termasuk kawasan perumahan dan rumah Aparatur Sipil Negara.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menyampaikan program tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental, keterampilan, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat. “Program ini bukan hanya mengajarkan Warga Binaan bagaimana membuat produk konstruksi, tetapi juga membangun kembali harapan dalam hidup mereka. Di setiap proses yang dijalani, mereka belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, dan keyakinan bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Saat ini, program Jawara Beton melibatkan 72 Warga Binaan yang dipilih melalui proses asesmen dan pelatihan bersama berbagai pihak, di antaranya PLTU, WIKA, dan HSP Akademi. Produk yang dihasilkan juga telah melalui pengujian laboratorium secara berkala sehingga memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasaran.

Sementara itu, Kepala Pusdatin KP Kemenimipas. M. Akbar Hadiprabowo, mengapresiasi program pembinaan yang dijalankan di Lapas Kelas I Tangerang. Menurutnya, program seperti Jawara Beton menjadi bukti proses pembinaan di Pemasyarakatan berjalan secara nyata, produktif, dan mampu menghadirkan perubahan positif.

“Melalui kunjungan ini, kita dapat melihat secara langsung bahwa proses pembinaan di Pemasyarakatan berjalan secara nyata. Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Keterlibatan 72 Warga Binaan dalam program Jawara Beton menjadi bukti pembinaan mampu membangun keterampilan, kepercayaan diri, dan harapan baru agar mereka kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Akbar.

Melalui peliputan ini, diharapkan masyarakat melihat secara langsung berbagai program pembinaan yang dijalankan di lingkungan Pemasyarakatan sebagai upaya membangun perubahan, kemandirian, dan harapan baru bagi Warga Binaan, serta bermanfaat bagi masyarakat. (IR)

 

 

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0