Lapas Perempuan Palu Dorong Kemandirian Warga Binaan lewat Keterampilan Anyaman Tali Kur
Sigi, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu laksanakan pelatihan keterampilan menganyam tali kur bagi Warga Binaan pada Selasa (14/7). Kegiatan ini dilaksanakan dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Perempuan Palu tersebut diikuti 37 Warga Binaan mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Mereka mendapatkan materi sekaligus praktik pembuatan berbagai produk kerajinan berbahan dasar tali kur, seperti tas, pouch, dan handbag. Mereka juga diajarkan berbagai teknik dan motif anyaman, di antaranya motif keong, bunga, zig-zag, papan catur, dan motif lainnya yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomis.
Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan salah satu program prioritas dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diharapkan memiliki keterampilan yang menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Pembinaan keterampilan merupakan upaya kami untuk mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki kemampuan dan kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan setelah bebas. Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini terus dikembangkan menjadi peluang usaha yang meningkatkan kesejahteraan mereka dan keluarga," pinta Yoesiana.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Ria Patricia, menjelaskan pelatihan menganyam tali kur dipilih karena merupakan salah satu keterampilan yang relatif mudah dipelajari, memiliki peluang pasar yang baik, dan dapat dikerjakan secara mandiri dengan modal terjangkau. "Kami tidak hanya mengajarkan cara menganyam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai ketekunan, kreativitas, dan kemandirian. Harapan kami, ketika bebas nanti, mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha kecil maupun menambah penghasilan keluarga. Pembinaan seperti ini akan terus kami laksanakan rutin dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan Warga Binaan," harapnya.
Antusiasme terlihat dari para peserta pelatihan. Salah seorang Warga Binaan inisial YN senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat.
"Awalnya saya tidak tahu sama sekali cara menganyam tali kur, tetapi sekarang saya sudah mulai memahami teknik dasarnya. Semoga ke depan saya bisa membuat produk sendiri dan menjadikannya sebagai usaha setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan seperti ini membuat kami merasa lebih percaya diri dan memiliki harapan untuk masa depan," tutur YN.
Selain meningkatkan kreativitas, pelatihan ini juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengisi masa pidana dengan kegiatan yang positif dan produktif. Produk hasil anyaman tali kur memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kerajinan bernilai jual sehingga membuka peluang ekonomi bagi para Warga Binaan setelah menjalani masa pidana.
Ke depan, Lapas Perempuan Palu berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan pemberdayaan Warga Binaan dalam membentuk pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


