SANAK BASSAMA Hadir di MPLS SMP Negeri 9 Semarang, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini kepada 284 Siswa Baru

SANAK BASSAMA Hadir di MPLS SMP Negeri 9 Semarang, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini kepada 284 Siswa Baru

Semarang, INFO__PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang terus perkuat peran preventif dalam pembinaan masyarakat melalui inovasi SANAK BASSAMA atau Sahabat Anak Bapas Semarang. Program tersebut kembali hadir mengisi rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMP Negeri 9 Semarang pada Selasa (14/7) dengan memberikan edukasi mengenai bahaya kenakalan remaja kepada 284 siswa baru.

Materi utama disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, Agatha Dewan Ayu, tentang berbagai bentuk kenakalan remaja serta faktor penyebab, dampak sosial, dan konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Para siswa juga diajak memahami pentingnya membangun karakter positif, memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan memanfaatkan media sosial secara bijak agar terhindar dari perilaku yang melanggar hukum.

Dalam penyampaiannya, Agatha mengingatkan setiap pelajar memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya melalui pilihan-pilihan yang diambil sejak sekarang. "Jangan pernah menganggap kenakalan remaja sebagai sesuatu yang biasa. Setiap tindakan memiliki konsekuensi yang dapat memengaruhi masa depan kalian. Jadilah pelajar yang berani berkata tidak pada perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku lain yang melanggar hukum. Bangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan manfaatkan media sosial secara bijak agar meraih cita-cita yang kalian impikan," pesannya,

Suasana penyampaian materi berlangsung dinamis dan interaktif. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif mengajukan pertanyaan, dan memberikan tanggapan terhadap berbagai studi kasus yang disampaikan narasumber. Sebagai apresiasi, panitia memberikan doorprize kepada peserta yang aktif sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih menarik dan menyenangkan.

Sebagai rangkaian kegiatan, para siswa juga diperkenalkan dengan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pengenalan tersebut diharapkan membuka wawasan peserta didik sekaligus memotivasi mereka untuk terus berprestasi dan meraih cita-cita melalui jalur pendidikan.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 9 Semarang, Sawukir, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program SANAK BASSAMA. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini dan menjadi pelengkap pendidikan karakter yang diberikan di lingkungan sekolah.

"Program SANAK BASSAMA memberikan pemahaman yang sangat baik mengenai pentingnya menaati aturan, menjauhi kenakalan remaja, serta membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut sehingga sekolah dan Bapas bersama-sama membentuk generasi muda yang berkarakter, sadar hukum, dan siap menghadapi tantangan zaman," harap Sawukir.

Melalui inovasi SANAK BASSAMA, Bapas Semarang terus perluas sinergi dengan dunia pendidikan sebagai langkah nyata dalam membangun kesadaran hukum sejak usia dini. Edukasi yang diberikan diharapkan membentuk pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, berkarakter, dan memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif di lingkungan maupun media digital.

Program ini menjadi komitmen Bapas Semarang bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berperan dalam pembimbingan Klien Pemasyarakatan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui upaya pencegahan. Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Bapas Semarang optimistis turut menciptakan generasi muda yang sadar hukum, berakhlak, dan siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas. (IR)

 

Kontributor: Bapas Semarang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0