Menkumham Pecat Petugas Lapas Narkotika yang Terlibat Jaringan Narkoba

Jakarta, INFO_PAS – Upacara pemecatan Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang menjadi kaki tangan gembong narkotika, Fredi Budiman serta memasukkan alat komunikasi ke dalam Lapas Klas IIA Narkotika Jakarta dilakukan dalam Apel Pagi yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI, Senin (8/6).

Dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham), Yasonna H Laoly, upacara pemecatan ditandai dengan pencopotan seragam dinas Imran, petugas lapas yang terbukti terlibat dalam jaringan tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Menkumham, No. M.HH/60/KP/06/03/2015, Imran terkena hukuman disiplin tingkat berat dan dikenakan pemberhentian dengan tidak hormat, dan bukan atas permintaan sendiri.

Atas tindakannya itu, Menkumham memutuskan menjatuhkan hukuman tingkat berat, yaitu pemberhentian dengan tidak hormat

Menkumham Pecat Petugas Lapas Narkotika yang Terlibat Jaringan Narkoba

Jakarta, INFO_PAS – Upacara pemecatan Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang menjadi kaki tangan gembong narkotika, Fredi Budiman serta memasukkan alat komunikasi ke dalam Lapas Klas IIA Narkotika Jakarta dilakukan dalam Apel Pagi yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI, Senin (8/6).

Dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham), Yasonna H Laoly, upacara pemecatan ditandai dengan pencopotan seragam dinas Imran, petugas lapas yang terbukti terlibat dalam jaringan tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Menkumham, No. M.HH/60/KP/06/03/2015, Imran terkena hukuman disiplin tingkat berat dan dikenakan pemberhentian dengan tidak hormat, dan bukan atas permintaan sendiri.

Atas tindakannya itu, Menkumham memutuskan menjatuhkan hukuman tingkat berat, yaitu pemberhentian dengan tidak hormat tanpa permintaan pribadi.

“Peristiwa ini sangat menyedihkan, karena harus melepas pakaian saudara yang harusnya jadi kebanggaan saya,” ucap Yasonna yang mengaku kecewa dengan adanya pemecatan petugasnya tersebut.

“Seharusnya setiap petugas pemasyarakatan menjadi pembina, bukan malah menjadi bagian dari perusak masa depan anak bangsa,” tambahnya.

Selanjutnya, Yasonna juga mengingatkan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi Petugas Pemasyarakatan. “Tidak ada toleransi untuk para petugas yang terbukti terlibat kasus narkoba, siapa yang melanggar saya pecat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Yasonna juga menyerahkan penghargaan kepada dua orang Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kotabaru, Kalimantan Selatan yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis shabu ke dalam lapas melalui sandal. (JP)

  Penulis: Syarpani  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0