Merawat Mahabbah di Balik Jeruji, Rutan Kebumen Istikamah Lantunkan Al-Barzanji
Kebumen, INFO_PAS — Lantunan selawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad saw. menggema di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen dalam rutinitas pembacaan Al-Barzanji, Senin (12/10). Lebih dari sekadar tradisi keagamaan, kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat kecintaan kepada Rasulullah, menenangkan hati, dan menumbuhkan kesadaran bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri.
Di balik tembok Pemasyarakatan, lantunan selawat menghadirkan pesan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bertumbuh, menata kembali kehidupan, dan menjemput masa depan yang lebih baik. Warga Binaan diajak untuk tidak sekadar melafalkan setiap bait, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kesabaran, kejujuran, kasih sayang, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai penting yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Pardiman, menyampaikan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan perilaku Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan secara rutin diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun kesadaran dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Pembacaan Al-Barzanji bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kami untuk menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati dan membentuk karakter. Melalui keteladanan Rasulullah, kami berharap Warga Binaan belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan akhlak mulia, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk memperbaiki diri,” harap Pardiman.
Lebih jauh, pembinaan keagamaan juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan Warga Binaan dalam suasana positif dan penuh kekhidmatan. Mereka mengikuti kegiatan dengan melantunkan selawat bersama, menyimak rangkaian bacaan, dan menghayati pesan spiritual yang terkandung di dalamnya. Kebersamaan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antarsesama, menumbuhkan sikap saling menghormati, dan menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih kondusif. Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya berdampak pada aspek spiritual individu, tetapi juga mendukung pembentukan budaya kehidupan yang lebih tertib, harmonis, dan berorientasi pada perbaikan diri.
Keterlibatan peserta magang, Faiz, juga menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran mengenai pentingnya pendekatan humanis dalam proses Pemasyarakatan. Baginya, pembinaan tidak cukup dipahami sebagai rangkaian kegiatan formal, tetapi juga sebagai proses membangun hubungan, memberikan dukungan, dan membuka ruang bagi setiap individu untuk menemukan kembali semangat perubahan.
“Membersamai Warga Binaan dalam pembacaan Al-Barzanji memberikan pelajaran bahwa proses memperbaiki diri membutuhkan ruang, kesempatan, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Kami belajar bahwa pendekatan kemanusiaan dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan untuk menumbuhkan semangat menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Faiz.
Makna pembinaan tersebut turut dirasakan oleh salah satu Warga Binaan berinisial M. Ia menuturkan mengikuti pembacaan Al-Barzanji menjadi kesempatan untuk menenangkan hati, memperbanyak selawat, dan merenungkan kembali perjalanan hidupnya.
“Saya merasa kegiatan ini memberikan ketenangan dan menjadi pengingat bagi saya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ketika membaca Al-Barzanji bersama-sama, saya juga diingatkan tentang keteladanan Rasulullah dan pentingnya memperbaiki akhlak. Saya berharap terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa perubahan positif ketika kembali ke masyarakat nanti,” harap M.
Konsistensi pembacaan Al-Barzanji menegaskan komitmen Rutan Kebumen dalam menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, humanis, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Melalui penguatan spiritual, penanaman nilai-nilai keteladanan, serta tumbuhnya kebersamaan antara petugas, peserta magang, dan Warga Binaan, kegiatan ini menjadi upaya membangun pribadi yang lebih bertanggung jawab dan siap menjalani kehidupan secara lebih baik. Diharapkan, lantunan Al-Barzanji menjadi pengingat bahwa di balik jeruji, ikhtiar untuk berubah dan menumbuhkan kebaikan tidak pernah berhenti. (IR)
Kontributor: Rutan Kebumen
What's Your Reaction?


