Napi di Lapas Cirebon Lebih Banyak yang Tobat Dibanding Kumat

Cirebon - Kepala Lapas Kelas I Cirebon, Kesambi, Taufiqurrahman menuturkan, kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia dimulai saat muncul dan mulai berlakunya PP Nomor 99 tahun 2012 yang menyulitkan narapidana untuk mendapatkan remisi, terutama untuk narapidana narkoba dan terorisme. Namun demikian, ujar Taufiqurrahman, meskipun banyak peristiwa kerusuhan yang terjadi di Lapas, akan tetapi, Lapas di Indonesia dikatakan berhasil dalam melakukan pembinaan. Ini dibuktikan dengan fakta bahwa hanya 0,01 persen residivis yang melakukan tindak kejahatan lagi setelah bebas dari penjara. "Di Lapas Kesambi sendiri saya berani mengklaim keberhasilan pembinaan, 90 persen lebih narapidana di Kesambi tidak melakukan tindak kejahatan lagi setelah mereka (narapidana) bebas dari bui," ungkapnya, Kamis (28/4/2016). Ia mengatakan, pembinaan terhadap narapidana melalui sistem pemasyarakatan dapat dikatakan berhasil. Pasalnya jauh lebih banyak narapidan

Napi di Lapas Cirebon Lebih Banyak yang Tobat Dibanding Kumat
Cirebon - Kepala Lapas Kelas I Cirebon, Kesambi, Taufiqurrahman menuturkan, kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia dimulai saat muncul dan mulai berlakunya PP Nomor 99 tahun 2012 yang menyulitkan narapidana untuk mendapatkan remisi, terutama untuk narapidana narkoba dan terorisme. Namun demikian, ujar Taufiqurrahman, meskipun banyak peristiwa kerusuhan yang terjadi di Lapas, akan tetapi, Lapas di Indonesia dikatakan berhasil dalam melakukan pembinaan. Ini dibuktikan dengan fakta bahwa hanya 0,01 persen residivis yang melakukan tindak kejahatan lagi setelah bebas dari penjara. "Di Lapas Kesambi sendiri saya berani mengklaim keberhasilan pembinaan, 90 persen lebih narapidana di Kesambi tidak melakukan tindak kejahatan lagi setelah mereka (narapidana) bebas dari bui," ungkapnya, Kamis (28/4/2016). Ia mengatakan, pembinaan terhadap narapidana melalui sistem pemasyarakatan dapat dikatakan berhasil. Pasalnya jauh lebih banyak narapidana yang bertobat dibanding memilih untuk melakukan kembali kajahatannya. "Tidak semuanya narapidana di Lapas itu jahat, mereka kebanyakan baik, penurut, bahkan ada juga yang berprestasi dengan karyanya setelah dilakukan pembinaan," ucapnya. Sumber : okezone.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0