Panen Kedua dalam Sepekan, Lapas Piru Hasilkan 51 Ikat Kacang Panjang

Panen Kedua dalam Sepekan, Lapas Piru Hasilkan 51 Ikat Kacang Panjang

Piru, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali panen 51 ikat kacang panjang, Kamis (2/7). Panen tersebut menjadi yang kedua dalam sepekan setelah sebelumnya hasilkan 71 ikat pada Senin (29/6). Hasil ini cerminkan  keberlanjutan program pembinaan kemandirian Warga Binaan dukung ketahanan pangan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, jelaskan bahwa hasil panen yang konsisten tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan. Melalui kebun kemandirian, Warga Binaan dibekali keterampilan bercocok tanam sekaligus ditanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai bekal setelah selesaikan masa pidana.

"Panen ini merupakan buah dari kerja sama dan kesungguhan Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian. Kami akan terus mengembangkan kebun kemandirian agar produktivitasnya semakin meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Ode.

Hasil panen dimanfaatkan untuk penuhi kebutuhan dapur Lapas Piru, sedangkan sebagian lainnya dipasarkan kepada pedagang lokal sebagai bentuk optimalisasi hasil pembinaan yang bernilai ekonomi.

Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

"Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan melalui kegiatan yang produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi bekal keterampilan agar mereka memiliki kesiapan untuk hidup mandiri, berkarya, dan berkontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat," ungkap Hery.

Salah seorang Warga Binaan, Y, mengaku bangga dapat terlibat dalam pengelolaan kebun hingga menghasilkan panen yang bermanfaat.

"Saya merasa senang karena selama mengikuti pembinaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, tetapi juga memperoleh keterampilan bertani yang bisa menjadi bekal mencari nafkah secara halal setelah bebas nanti. Pengalaman ini memotivasi saya untuk terus produktif dan menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.

Keberhasilan panen yang berkelanjutan menjadi salah satu wujud penguatan program pembinaan kemandirian di Lapas Piru. Melalui program ini, Warga Binaan tidak hanya tingkatkan keterampilan dan produktivitas, tetapi juga persiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan bekal kemampuan yang bermanfaat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Piru

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0