Pelatihan Batik Level 2 di Lapas Perempuan Malang, 12 Warga Binaan Perdalam Teknik Batik Tulis dan Cap

Pelatihan Batik Level 2 di Lapas Perempuan Malang, 12 Warga Binaan Perdalam Teknik Batik Tulis dan Cap

Malang, INFO_PAS Sebanyak 12 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang ikuti Pelatihan Batik Level 2 yang dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin (14/9). Kegiatan ini bekerja sama dengan untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan keterampilan batik tulis dan batik cap.

Pelatihan Level 2 menjadi lanjutan dari keterampilan membatik yang telah diperoleh Warga Binaan. Pada tingkatan ini, peserta mulai diarahkan untuk mengembangkan teknik sekaligus mengaplikasikan lebih banyak warna dalam karya batik. 

Salah satu petugas, Sulastyaningsih, mengatakan pelatihan membatik sangat dibutuhkan oleh Warga Binaan. Pasalnya, sejumlah peserta dinilai telah memiliki bakat dan ketertarikan terhadap batik, namun masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan teknis, khususnya dalam membuat pola.

“Warga Binaan sangat membutuhkan pelatihan ini karena banyak yang sudah memiliki bakat. Namun, mereka masih belum terbiasa membuat pola yang sedap dipandang. Dengan adanya pendampingan, kami berharap kemampuan mereka makin berkembang dan menghasilkan karya yang lebih baik,” ungkap Sulastyaningsih.

Sementara itu, pelatih dari LKP Ganesha, Ita Fitriyah, mengapresiasi antusiasme Warga Binaan selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, semangat peserta menjadi modal penting dalam proses pengembangan keterampilan membatik.

“Warga Binaan ternyata sangat antusias mengikuti pelatihan. Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi mereka nantinya dan keterampilan yang diperoleh terus dikembangkan,” harap Ita yang juga asesor atau penguji Badan Nasional Sertifikasi Profesi di bidang batik.

Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi Warga Binaan. Peningkatan kualitas karya diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan nilai jual produk batik yang dihasilkan. 

Ke depannya, Lapas Perempuan Malang juga akan melaksanakan monitoring dan evaluasi setelah rangkaian pelatihan selesai untuk melihat perkembangan kemampuan peserta sekaligus memastikan program dapat dikembangkan dan dilaksanakan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, pihak Lapas terus mendorong pengembangan potensi Warga Binaan agar tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga menghasilkan karya bernilai dan berpotensi mendukung kemandirian ekonomi. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0