Pembinaan Kemandirian Berbasis Digital, Lapas Cipinang Latih Warga Binaan Editing Konten
Jakarta, INFO_PAS - Aktivitas pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan era digital. Sejumlah Warga Binaan mengikuti pembinaan keterampilan desain foto dan video menggunakan aplikasi Canva, Filmora, dan CapCut, yang langsung diterapkan untuk mendukung dokumentasi kegiatan Pemasyarakatan, Senin (2/2).
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan tidak hanya mempelajari teknik dasar pengeditan, tetapi juga terlibat sejak tahap awal dokumentasi. Mereka melakukan pengambilan gambar kegiatan menggunakan kamera untuk kebutuhan laporan harian, kemudian mengolahnya menjadi materi visual yang rapi, informatif, dan layak publikasi. Hasil dokumentasi tersebut selanjutnya dikembangkan dalam bentuk video rekap mingguan sebagai bagian dari pelaporan kegiatan secara berkala.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menilai pembinaan keterampilan digital ini menunjukkan kesiapan Warga Binaan untuk belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan kerja yang terus berkembang.
“Awalnya mereka dikenalkan dengan dasar-dasar pengeditan foto dan video. Dalam prosesnya, Warga Binaan cukup cepat memahami materi dan langsung menerapkannya. Ini menunjukkan daya tangkap yang baik serta kesiapan mereka menyesuaikan diri dengan kebutuhan kerja yang nyata,” ujar Wachid.
Pelatihan pengeditan digital ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan praktis dan relevan. Selain kemampuan teknis, Warga Binaan juga dilatih untuk bekerja secara terstruktur, teliti, serta bertanggung jawab terhadap hasil kerja yang digunakan untuk kepentingan resmi lembaga.
Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa keterlibatan aktif Warga Binaan menjadi indikator positif dalam proses pembinaan. “Setelah diberikan arahan, mereka langsung terlibat, bertanya, dan mengerjakan sendiri. Respons yang cepat ini menjadi nilai tambah karena pembelajaran tidak berhenti di teori, tetapi langsung diterapkan dalam praktik,” jelas Iwan.
Salah seorang Warga Binaan, AH, mengaku pembinaan tersebut memberinya pengalaman dan kepercayaan diri baru. “Sebelumnya saya belum pernah mengedit foto atau video. Setelah diajarkan, ternyata bisa langsung dipraktikkan. Sekarang saya lebih paham dan percaya diri saat mengerjakan dokumentasi kegiatan,” ungkapnya.
Melalui pembinaan keterampilan digital ini, Lapas Cipinang terus menghadirkan pembinaan yang adaptif dan aplikatif, sekaligus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi diri sesuai kebutuhan zaman. Upaya ini sejalan dengan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pendidikan kesetaraan dan penguatan kompetensi Warga Binaan sebagai bekal reintegrasi sosial. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Cipinang
What's Your Reaction?


