Percepat Layanan Kesehatan, Lapas Mojokerto Terus Kembangkan Inovasi PANDAWA
Mojokerto, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus embangkan inovasi PANDAWA atau Panic Button Darurat Warga Binaan sebagai upaya mempercepat pelayanan kesehatan Warga Binaan selama 24 jam. Inovasi yang digagas Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Kinayung Nirwana, ini merupakan transformasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi untuk mewujudkan layanan yang cepat, tepat, dan responsif terhadap kondisi darurat di lingkungan Lapas Mojokerto.
Kinayung berharap inovasi PANDAWA dmemberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Lapas Mojokerto. Ia juga mengimbau seluruh Warga Binaan untuk mengikuti setiap sosialisasi penggunaan PANDAWA serta memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijaksana dan sesuai prosedur.
”Dengan dukungan seluruh pihak, inovasi ini diharapkan berjalan berkelanjutan dan menjadi salah satu layanan unggulan dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang makin PRIMA, humanis, dan berorientasi pada perlindungan hak Warga Binaan,” ujar Kinayung, Rabu (1/7).
Pengembangan PANDAWA dilatarbelakangi kondisi Lapas Mojokerto yang saat ini dihuni sebanyak 950 Warga Binaan dengan kapasitas ideal 344 orang. Di dalamnya terdapat 7 Warga Binaan penyandang disabilitas, 18 Warga Binaan lanjut usia (lansia), dan sembilan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Sementara itu, pelayanan kesehatan hanya didukung oleh satu dokter dan dua perawat sehingga diperlukan inovasi yang mempercepat penyampaian informasi kondisi darurat dari blok hunian kepada petugas medis. Sebelumnya, pelaporan kondisi kesehatan masih dilakukan secara manual melalui kepala kamar, petugas pengamanan, hingga akhirnya diteruskan kepada tim medis.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, PANDAWA juga diharapkan meningkatkan profesionalisme petugas, mengoptimalkan waktu tanggap pelayanan, memitigasi potensi gangguan keamanan, dan memperkuat akuntabilitas pelayanan di lingkungan Lapas. ”Pada tahap jangka pendek, perangkat PANDAWA telah dipasang di kamar perawatan, kamar hunian lansia dan penyandang disabilitas, serta dua kamar hunian di blok perempuan yang dihuni 17 Warga Binaan. Implementasi ini akan terus dikembangkan bertahap hingga seluruh kamar hunian di Lapas Mojokerto terpasang perangkat PANDAWA sehingga seluruh Warga Binaan memperoleh akses layanan kesehatan darurat secara cepat dan merata,” tambah Kinayung.
Melalui PANDAWA, proses pelaporan keadaan darurat kesehatan menjadi lebih efektif dengan memanfaatkan sistem panic button yang terintegrasi. Inovasi ini diharapkan meningkatkan kecepatan respons pelayanan kesehatan, mewujudkan pelayanan kesehatan selama 24 jam, mempermudah akses layanan bagi Warga Binaan, mengintegrasikan sistem pelaporan darurat berbasis teknologi, dan memperkuat perlindungan hak kesehatan Warga Binaan sebagai pemenuhan hak asasi manusia. (IR)
Kontributor: Lapas Mojokerto
What's Your Reaction?


