Pertama di Indonesia, Drive Thru Rapid Test Kemenkumham Disambut Antusiasme Masyarakat

Pertama di Indonesia, Drive Thru Rapid Test Kemenkumham Disambut Antusiasme Masyarakat

Jakarta, INFO_PAS – Penyelenggaraan rapid test COVID-19 dengan mekanisme drive thru yang dilakukan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menjadi yang pertama di Indonesia. Drive thru rapid test dilaksanakan selama lima hari, pada 8-12 Juni 2020.
Pelaksanaan drive thru rapid test  ini disambut antusiasme masyarakat. Hal ini terbukti sejak dibukanya pendaftaran tes ini, terdapat lebih dari 1.000 orang yang mendaftar.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, mengatakan di tengah kondisi pandemi COVID-19, banyak keterbatasan aktivitas dan interaksi yang dapat dilakukan. “Dengan semangat gotong rotong, Kemenkumham hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka penerapan tatanan new normal,” ucapnya.
Selain itu, Yasonna, menyebut penerapan new normal bukan berarti bahwa pandemi COVID-19 telah selesai. “Kita masih harus terus berupaya memutus rantai penularan, salah satunya adalah dengan melakukan tes secara masif,” lanjut Yasonna.


Yasonna menuturkan pelaksanaan drive thru rapid test ini sejalan dengan harapan Presiden Republik Indonesia, yang menginginkan agar Indonesia mampu melaksanakan tes sebanyak-banyaknya sebagai langkah preventif dan deteksi dini dari adanya pandemi COVID-19.
“Sebagai langkah screening awal, rapid test adalah pilihan yang sangat rasional untuk dilakukan, sehingga apabila ditemukan hasil tes yang reaktif dapat dilanjutkan dengan swab test,” tuturnya.
Lebih lanjut Yasonna mengatakan pelaksanaan drive thru rapid test COVID-19 tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, mengatakan pelaksanaan drive thru rapid test ini merupakan inisiasi Inspektur Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi Revianto. "Drive Thru Rapid Test Kemenkumham gratis dan terbuka untuk umum," terang Bambang.
Pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama dari pihak lain, yakni Badan Intelijen Negara (BIN), yang dalam hal ini berkontribusi dalam menyediakan mobile laboratory COVID-19. Direktur 24 BIN, Brigjen TNI Irwan Mulyana, BIN memiliki empat kendaraan Polymerase Chain Reaction (PCR) Test yang saat ini tengah beroperasi di sekitaran Jakarta. "Apabila ditemukan peserta yang reaktif, hasil pemeriksaan di mobil lab dapat diketahui positif COVID-19 atau tidak dalam waktu empat jam," terang Irwan.  (adt, prv)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0