Rutan Majene Kembangkan Keterampilan Warga Binaan melalui Pembuatan Kerajinan Tangan
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene terus tingkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan, salah satunya melalui pembinaan kemandirian berupa pembuatan kerajinan tangan di area bimbingan kerja. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan potensi diri selama menjalani masa pembinaan.
Melalui pembuatan kerajinan tangan, Warga Binaan dibimbing untuk menghasilkan berbagai karya yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi. Pembinaan kemandirian ini diharapkan memberikan bekal keterampilan bermanfaat bagi Warga Binaan, khususnya sebagai persiapan untuk kembali dan berintegrasi dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Pembina Kemandirian, Fatwa Mikail, menjelaskan pembuatan kerajinan tangan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan. Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan semangat produktif dan kemandirian.
“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif mengikuti kegiatan pembinaan dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui pembuatan kerajinan tangan ini, mereka tidak hanya belajar membuat suatu produk, tetapi juga dilatih untuk lebih kreatif, teliti, tekun, dan bertanggung jawab. Harapannya, keterampilan yang diperoleh terus dikembangkan dan menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” jelas Fatwa, Kamis (3/9).
Salah seorang Warga Binaan, Rusdi, mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif selama mengikuti program pembinaan. “Kami senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat belajar keterampilan baru dan menghasilkan karya sendiri. Kami berharap keterampilan yang diperoleh menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan kemandirian tersebut. Menurutnya, pembinaan harus terus dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan Warga Binaan agar memberikan manfaat nyata.
“Melalui pembinaan kemandirian seperti pembuatan kerajinan tangan, kami berupaya memberikan ruang kepada Warga Binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan keterampilan. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal positif dan membuka peluang bagi mereka untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Christy.
Dengan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, Rutan Majene berkomitmen menghadirkan pembinaan produktif, kreatif, serta berkelanjutan sebagai proses pembentukan pribadi Warga Binaan yang lebih mandiri dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Majene
What's Your Reaction?


