Rutan Perempuan Surabaya Gelar Rehabilitasi Sosial bersama Omah Sehat Bersinar
Sidoarjo, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya bekerja sama dengan Omah Sehat Bersinar gelar rehabilitasi sosial bagi Warga Binaan di Aula Malahayati, Senin (12/10). Kegiatan ini menghadirkan edukasi mengenai penyalahgunaan narkotika, pemulihan trauma, dan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Sulfianita, menyampaikan rehabilitasi sosial menjadi upaya mendukung pembinaan Warga Binaan, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan pengembangan diri. “Kami berharap kegiatan ini pemahaman baru bagi Warga Binaan untuk lebih mengenali diri, mengelola emosi, dan membangun pola pikir positif. Bekal tersebut penting untuk mendukung proses pembinaan dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Pemateri pertama, Yurika Fauzia, menyampaikan psikoedukasi tentang faktor-faktor yang mendorong seseorang mencoba narkotika. Ia menjelaskan rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan pergaulan, dan tekanan emosional dapat menjadi faktor yang memengaruhi seseorang untuk mencoba zat terlarang. Pemahaman terhadap faktor pemicu tersebut diharapkan membantu Warga Binaan mengenali risiko dan membangun kesadaran untuk mengambil keputusan yang lebih sehat.
“Penting bagi setiap individu untuk memahami faktor yang mendorong dirinya mencoba narkotika. Dengan mengenali pemicu tersebut, seseorang dapat belajar menghindari risiko dan menentukan langkah yang lebih baik bagi kehidupannya,” ujar Yurika.
Selanjutnya, Alexender Tanadi membawakan materi tentang trauma masa lalu dan bahaya perilaku melukai diri sendiri. Dalam pemaparannya, ia mengajak Warga Binaan memahami dampak pengalaman traumatis terhadap kondisi emosional dan pentingnya mencari dukungan yang tepat ketika menghadapi tekanan psikologis.
“Pengalaman masa lalu yang menyakitkan tidak harus menentukan masa depan seseorang. Belajar mengenali emosi dan mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan merupakan langkah penting dalam proses pemulihan,” jelas Alexender.
Salah satu Warga Binaan berinisial B mengungkapkan materi yang diberikan membantunya memahami kondisi diri dan pentingnya menjaga kesehatan mental. “Saya mendapatkan pemahaman baru tentang bagaimana pengalaman masa lalu dapat memengaruhi emosi dan perilaku. Saya juga belajar ketika menghadapi masalah, kita perlu mencari cara yang tepat untuk mengatasinya dan tidak ragu meminta bantuan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi hypnotherapy yang bertujuan membantu Warga Binaan mencapai kondisi relaksasi dan mendukung pengelolaan emosi. Sesi ini menjadi pendekatan pendampingan psikologis untuk menunjang proses rehabilitasi.
Rutan Perempuan Surabaya terus mendukung pelaksanaan program pembinaan yang memperhatikan aspek psikologis dan sosial Warga Binaan. Kolaborasi bersama Omah Sehat Bersinar diharapkan memperkuat proses rehabilitasi serta membekali Warga Binaan dengan pemahaman dan keterampilan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan positif setelah kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


