Sehat tanpa Risiko, Lapas Luwuk Edukasi Warga Binaan Cegah Penyakit Menular

Sehat tanpa Risiko, Lapas Luwuk Edukasi Warga Binaan Cegah Penyakit Menular

Luwuk, INFO_PAS – Tekan risiko penularan penyakit di lingkungan blok hunian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk gelar penyuluhan kesehatan bagi Warga Binaan. Selasa (7/4). Edukasi berfokus pada ancaman kesehatan yang sering diabaikan yaitu dampak fatal penggunaan jarum suntik tidak steril, praktik tato rakitan, serta penggunaan bahan kimia berbahaya dalam cat rambut illegal.

Kegiatan yang berlangsung di depan blok hunian ini diikuti dengan antusias oleh puluhan Warga Binaan. Petugas Kesehatan Lapas Luwuk menekankan bahwa penggunaan jarum suntik secara bergantian atau alat tato rakitan menjadi pintu masuk utama bagi penyakit menular berbahaya seperti HIV/AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C.

"Kami ingin Warga Binaan memahami bahwa satu kali saja menggunakan jarum yang tidak steril, risikonya bisa berdampak seumur hidup. Tato rakitan yang alatnya tidak standar sangat rentan memicu infeksi jaringan kulit hingga masuknya virus ke aliran darah," ujar Perawat Lapas Luwuk, Putri.

Selain masalah jarum suntik, penyuluhan ini juga menyoroti maraknya penggunaan cat rambut yang tidak terjamin keamanannya. Bahan kimia keras dalam produk ilegal dapat menyebabkan reaksi alergi hebat, luka bakar pada kulit kepala, hingga keracunan sistemik jika terserap oleh tubuh dalam jangka panjang.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa edukasi ini merupakan langkah preventif agar lingkungan Lapas tetap sehat dan bebas dari penularan penyakit menular. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap Warga Binaan yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.

"Kami tidak hanya melakukan pembinaan kemandirian dan kepribadian, tetapi juga memastikan mereka pulang nanti dalam kondisi fisik yang sehat. Dengan pengetahuan ini, diharapkan Warga Binaan dapat lebih mementingkan kesehatan diri dan meninggalkan kebiasaan yang berisiko," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis, mengingatkan bahwa gaya hidup sehat dimulai dari hal kecil, yakni menjaga kebersihan diri sendiri dan sanitasi lingkungan kamar. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan mendukung terciptanya suasana Lapas yang kondusif, sehingga Warga Binaan dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan maksimal tanpa kendala kesehatan.

Ia juga mengimbau agar Warga Binaan tidak ragu melaporkan praktik-praktik yang membahayakan kesehatan di dalam blok. "Kami ingin menciptakan lingkungan yang manusiawi. Dengan lingkungan yang bersih, pikiran akan lebih tenang dalam menjalani masa pembinaan," ujar Andi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran Warga Binaan meningkat, sehingga tercipta lingkungan Lapas Luwuk yang lebih bersih, sehat, dan produktif. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Luwuk

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0