Setiap Malam Khatamkan Alquran 30 Juz

Gorontalo - Sama halnya dengan umat muslim lainnya, kebahagiaan Ramadan juga ikut dirasakan umat muslim yang saat ini mendekam di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo. Aktivitas ramadan mulai dari tarawih, sahur dan puasa dilaksanakan penuh khidmat. Tak terkecuali amalan dan ibadah lainnya. Sabtu (20/6) pukul 17.00 wita, Gorontalo Post berkesempatan mengunjungi Lapas Gorontalo. Di luar pintu gerbang berbaris sejumlah warga yang menenteng aneka barang. Ada yang menenteng tempat makanan, bungkusan tas plastik maupun barang-barang kebutuhan harian. Para warga itu merupakan sanak famili para penghuni Lapas. Mereka datang untuk membawakan makanan berbuka maupun perlengkapan lainnya untuk para penghuni Lapas Gorontalo. Kedatangan Gorontalo Post disambut penuh hangat para pegawai Lapas Gorontalo. Setelah diberi Id Card khusus, Gorontalo Post menuju ke pendopo yang berada di dalam Lapas. Rupanya Kepala Lapas Gorontalo Fernando Kloer Bc.I

Setiap Malam Khatamkan Alquran 30 Juz
Gorontalo - Sama halnya dengan umat muslim lainnya, kebahagiaan Ramadan juga ikut dirasakan umat muslim yang saat ini mendekam di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo. Aktivitas ramadan mulai dari tarawih, sahur dan puasa dilaksanakan penuh khidmat. Tak terkecuali amalan dan ibadah lainnya. Sabtu (20/6) pukul 17.00 wita, Gorontalo Post berkesempatan mengunjungi Lapas Gorontalo. Di luar pintu gerbang berbaris sejumlah warga yang menenteng aneka barang. Ada yang menenteng tempat makanan, bungkusan tas plastik maupun barang-barang kebutuhan harian. Para warga itu merupakan sanak famili para penghuni Lapas. Mereka datang untuk membawakan makanan berbuka maupun perlengkapan lainnya untuk para penghuni Lapas Gorontalo. Kedatangan Gorontalo Post disambut penuh hangat para pegawai Lapas Gorontalo. Setelah diberi Id Card khusus, Gorontalo Post menuju ke pendopo yang berada di dalam Lapas. Rupanya Kepala Lapas Gorontalo Fernando Kloer Bc.IP,SH dan KPLP sudah berada di lokasi yang menjadi tempat bagi warga binaan untuk berbuka puasa dan salat bersama. Di tempat itu, ratusan warga binaan yang beragama islam tampak duduk berjejer menyambut datangnya waktu berbuka puasa. Hal ini juga terlihat di dalam masjid kecil berukuran 7×7 yang terhubung langsung dengan Pondopo Lapas Gorontalo. Di samping kanan Pondopo, tersedia tempat khusus yang berukuran 3×2. Tempat itu dijadikan sebagai tempat untuk membagikan kue dan makanan khusus buka puasa. Di area pembagian makanan berbuka terdapat 5-6 orang, yang semuanya merupakan warga binaan. Mereka berperan membagikan ratusan makanan berbuka puasa kepada 532 penghuni Lapas yang beragama Islam ini. Untuk menu buka puasa kemarin itu, para warga binaan yang terdiri dari narapidana dan tahanan ini mendapatkan menu berbuka puasa dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Karena bertepatan, Pemerintah Kabgor melakukan kunjungan langsung ke Lapas Gorontalo. Usai berbuka, sebanyak 38 penghuni Lapas perempuan dan 494 penghuni Lapas laki-laki melakukan salat magrib bersama. Hal ini turut berlanjut sampai sholat tarawih bersama. Imamnya merupakan para pemuka, pengurus mesjid atau warga binaan yang punya potensi. Tapi ada pula imam yang dihadirkan dari luar Lapas Gorontalo. Menariknya, usai salat tarawih penghuni Lapas setiap hari diwajibkan membaca Alquran sebanyak 30 juz. Setiap orang harus membaca 1 juz dan dikhatam pada malam itu juga. Nanti baru diakhir ramadan seluruh penghuni lapas akan dilakukan khatam raya. Anto salah satu tahanan titipan di Lapas Gorontalo mengatakan didalam lapas semua penghuni melaksanakan ibadah. Apalagi di Bulan Ramadan saat ini. Kita sudah memiliki jadwal. Dimana harus sholat setiap waktu dan dengarin ceramah. Harus ngaji setiap jam 7 dan setelah sholat tarwih. “Sebenarnya saya rindu berkumpul dengan keluarga seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun di sini saya sangat bersyukur, karena kami diajarkan untuk bagaimana bisa menjadi orang dalam artian ketika keluar nanti bisa membawa mudarat bagi orang banyak,” beber Anto. Kalapas Gorontalo Fernando Kloer Bc.IP,SH mengatakan, khusus bulan Ramadan, pihaknya membuat aturan agar setiap penghuni Lapas bisa menjalankan ibadah selama bulan ramadan. Baik itu salat, ceramah, tarawih, mengaji dan lain sebagainnya. Ketika tidak melaksanakan aturan ini, remisi hari raya terancam dibatalkan. “Karena ini remisi keagamaan jadi harus memenuhi syarat. Salah satunya nggak dijalankan seperti salat tarawih misalnya, tidak mencukupi setengah dari 30 hari tidak dapat remisi,” ujarnya. Oleh karena itu, kata Fernando, dirinya sering mengontrol para narapidana maupun tahanan dari kamar-ke kamar setiap malamnya untuk bisa salat. Apalagi para narapidana dengan kejahatan tipikor, narkoba sudah pasti tidak dapat. “Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam PP 99. Termasuk bagi narapidana yang belum bayar uang pengganti, uang subsider sehingga tidak memenuhi persyaratan dari regulasi yang sudah diatur. Ini semua kita lakukan untuk membina mereka,”ujar Kalapas Gorontalo. Lebih lanjut Kalapas Gorontalo berharap, dengan kebijakan ini mereka bisa tambah rajin salat dan tidak pernah lagi muda emosi. Supaya saat bebas nanti mereka ini sudah rajin beribadah dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Selain itu, diakui Fernando, dirinya merasa bersyukur ada kunjungan yang datang untuk sedikit berbagi. “Dan paling terakhir, setiap ramadan dan menjelang seperti Idul Fitri seperti ini, kami pula turut memperkuat personel keamanan. Karena biasanya bagi napi yang diberikan Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK) pasti banyak. Supaya nantinya saat tidak ada masalah ke depan,” terang Fernando Kloer.(Aldiyanto Ahmad) Sumber : gorontalopost.com  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0