Tingkatkan Ibadah di Bulan Suci, Warga Binaan Lapas Tanjung Tadarus bersama Kemenag Tabalong
Tanjung, INFO_PAS - Masuki hari ke-5 Ramadan, Senin (23/2), suasana ibadah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung semakin terasa khusyuk dengan dilaksanakannya kegiatan tadarus oleh Warga Binaan. Bertempat di Masjid At-Tawwabin yang berada di dalam area Lapas, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengisi hari-hari bulan suci dengan memperbanyak ibadah sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan bagi seluruh Warga Binaan.
Kegiatan tadarus tersebut didampingi oleh dua petugas dari Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, yakni Mansyur Hakim dan Syahyuni, yang secara konsisten memberikan bimbingan dan pendampingan keagamaan. Dalam suasana tertib dan penuh kekhusyukan, Warga Binaan membaca Al-Qur’an secara bergiliran dengan pembetulan tajwid sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan. Di akhir rangkaian tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Syahyuni sebagai penguatan spiritual bagi Warga Binaan.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya menyambut Ramadan dengan rasa syukur dan kegembiraan. Menurutnya, bulan suci merupakan momentum istimewa yang penuh keberkahan dan ampunan sehingga perlu dimanfaatkan secara maksimal. Ia mengingatkan agar Ramadan tidak berlalu tanpa peningkatan kualitas ibadah.
“Kita harus bergembira atas datangnya bulan Ramadan dan mengisinya dengan amal saleh. Perbanyak membaca Al-Qur’an, mendirikan salat, serta melakukan kebaikan lainnya agar Ramadan tidak menjadi waktu yang terlewat sia-sia, melainkan menjadi sarana perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik,” pesannya di hadapan Warga Binaan.
Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan kepribadian yang terus diperkuat selama Ramadan. Ia berharap melalui pendampingan keagamaan yang rutin, Warga Binaan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus membangun karakter positif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Ramadan adalah momentum refleksi dan perbaikan diri. Kami ingin nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui kegiatan ini mampu membentuk pribadi yang lebih baik dan berintegritas,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Tanjung berharap pembinaan spiritual yang diberikan tidak hanya menjadi rutinitas selama bulan Ramadan, tetapi juga membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari Warga Binaan. Dengan demikian, proses pembinaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih konstruktif. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


