Warga Binaan Lapas Banjarmasin Sambut Ramadan lewat Tausiah Rohani Islam
Banjarmasin, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin gelar tausiah rohani Islam di Masjid Baabut Taqwa, Selasa (3/2). Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Lapas Banjarmasin dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin jelang Ramadan.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan kegiatan keagamaan seperti tausiah menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran spiritual dan semangat perubahan diri. “Ramadan adalah momentum evaluasi dan perbaikan diri. Melalui kegiatan ini, kami ingin Warga Binaan menyambut Ramadan dengan kesiapan hati dan niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Selanjutnya, tausiah disampaikan oleh Ustaz Rahmana dari Kemenag Kota Banjarmasin. Dalam penyampaiannya, ia menekankan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum melatih kesabaran, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
“Jangan menyia-nyiakan Ramadan. Banyak orang diberi usia, tapi tidak diberi kesempatan bertemu Ramadan. Karena itu, sambutlah dengan rasa syukur dan kebahagiaan,” pesan Ustaz Rahmana.
Ia juga mengingatkan agar puasa tidak hanya dijaga secara fisik, tetapi juga secara lisan dan perbuatan. Keberhasilan Ramadan terletak pada perubahan sikap dan kebiasaan setelahnya.
“Puasa di siang hari melatih pengendalian diri, sementara ibadah di malam hari menguatkan jiwa. Jika Ramadan dijalani dengan sungguh-sungguh, Inshaallah akan lahir pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertanggung jawab,” tambah Ustaz Rahmana.
Salah satu Warga Binaan berinisial NM mengaku tausiah tersebut memberikan penguatan batin dan motivasi menjelang Ramadan. “Tausiah ini mengingatkan kami bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas. Ini kesempatan besar untuk memperbaiki diri dan menata ulang hidup ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pembinaan rohani yang berkelanjutan, Lapas Banjarmasin terus menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya membina fisik dan disiplin, tetapi juga menyentuh hati dan kesadaran batin. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


