Wujud Kepedulian kepada Masyarakat, Lapas Wahai Salurkan Bansos di Jumat Berkah
Wahai, INFO_PAS – Momentum berbagi pada momen Iduladha 1447 Hijriah tidak berhenti pada hari penyembelihan hewan kurban. Komitmen untuk terus menebar kebaikan ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dengan menggelar aksi sosial penyaluran bantuan sosial (bansos) di Jumat Berkah kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan kerja Lapas, Jumat (29/5).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di area luar Lapas ini bertujuan mempererat tali silaturahmi dan meringankan beban ekonomi masyarakat usai perayaan hari raya. Paket bansos yang dibagikan berupa beras sebagai kebutuhan pokok.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan program ini merupakan tanggung jawab sosial institusi sekaligus implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang selalu ditanamkan di lingkungan Pemasyarakatan. " Iduladha mengajarkan kita arti keikhlasan dan pengorbanan. Kami ingin memastikan berkah dan kebahagiaan hari raya dirasakan lebih lama oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami berharap bansos ini sedikit meringankan dapur keluarga di rumah dan menjadi jembatan silaturahmi yang baik antara Lapas dan masyarakat sekitar," ucapnya.
Sementara itu, warga masyarakat penerima bansos, di antaranya Tiara Hulubatang dan Ratna Rumeon, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari pihak Lapas yang terasa sangat berarti. "Biasanya setelah hari raya, harga kebutuhan pokok di pasar agak naik dan keuangan kami cukup menipis. Bantuan ini datang di waktu yang tepat dan sangat membantu mencukupi kebutuhan dapur keluarga kami beberapa hari ke depan di akhir bulan ini. Semoga kebaikan bapak/ibu semua dibalas oleh Allah Swt.," harap Ratna.
Aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Lapas Wahai ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Langkah proaktif jajaran Lapas Wahai sejalan dengan semangat pengabdian untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.
"Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan di dalam tembok penjara, tetapi juga harus membawa dampak positif dan kemanfaatan bagi lingkungan di luarnya. Semoga kegiatan humanis seperti ini terus konsisten dilakukan untuk memperkuat hubungan sosial dan membangun citra positif institusi," harap Ricky.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Wahai berharap terus menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial yang tinggi bagi seluruh petugas Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas sehari-hari untuk mengabdi dan bermanfaat bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


