Perkuat Iman dan Karakter Warga Binaan, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Yayasan Kasih Anugerah Surabaya

Perkuat Iman dan Karakter Warga Binaan, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Yayasan Kasih Anugerah Surabaya

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali tunjukkan komitmennya dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan dengan menggandeng tim dari Yayasan Kasih Anugerah Kota Surabaya lewat pembinaan rohani bagi Warga Binaan Kristen dan Katolik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun, Senin (7/9).

Pembinaan rohani tersebut didampingi oleh petugas pembinaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan khidmat sebagai upaya memperkuat iman sekaligus membangun karakter positif selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan Warga Binaan memiliki kesempatan untuk melakukan refleksi diri, memperkuat spiritualitas, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

“Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Kami berharap melalui kegiatan ini mereka makin mendekatkan diri kepada Tuhan, mendapatkan penguatan secara rohani, dan memiliki motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” harap Rudi.

Ia juga mengapresiasi dukungan Yayasan Kasih Anugerah Surabaya yang konsisten berkontribusi dalam pembinaan kepribadian di Lapas Pemuda Madiun. “Kolaborasi seperti ini sangat berarti karena pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” tambah Rudi,

Pembinaan rohani ini menghadirkan Pendeta Didik sebagai pembimbing dan penyampai firman. Ia mengajak para Warga Binaan untuk menjadikan masa menjalani pidana sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki kesalahan, dan membangun harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Jangan jadikan masa lalu sebagai penghalang untuk melangkah ke depan. Jadikan apa yang sedang dijalani saat ini sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan Pendeta Didik.

Salah satu Warga Binaan berinisial C bersyukur dapat mengikuti kegiatan pembinaan rohani tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan memberikan ketenangan sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri.

“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih tenang dan makin menguatkan iman. Kami juga diingatkan untuk tidak menyerah dan terus memperbaiki diri. Semoga apa yang kami dapatkan di sini menjadi bekal ketika nanti kembali ke tengah masyarakat,” ungkap C.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Selain menjadi sarana penguatan iman, pembinaan rohani juga diharapkan menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan sikap positif Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan di Lapas.

Melalui sinergi dengan lembaga keagamaan dan berbagai pihak terkait, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menghadirkan pembinaan yang menyeluruh. Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak Warga Binaan, tetapi juga membangun mental, spiritual, dan karakter sebagai bekal untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0