Burdah Bergema di Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Temukan Teduh di Balik Tembok
Banjarmasin, INFO PAS - Lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema lembut di Masjid Baabut Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (6/5). Dalam suasana yang khusyuk, pembacaan Burdah hadirkan ketenangan di tengah lingkungan pembinaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian di bidang keagamaan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan Warga Binaan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Nuansa religius terasa kental, menghadirkan ruang batin yang teduh dan reflektif.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan peserta magang nasional Kementerian Ketenagakerjaan dengan pendampingan petugas Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Salman Farsi, serta tamping masjid. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan lancar, dengan antusiasme Warga Binaan dalam mengikuti pembacaan Burdah.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk mental dan spiritual Warga Binaan.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah pembinaan yang menyentuh sisi batin,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Bimkemaswat, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif terhadap perubahan sikap Warga Binaan.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami melihat adanya perubahan ke arah yang lebih tenang dan positif. Ini menjadi pendekatan efektif dalam pembinaan kepribadian,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan, NR, turut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. “Kegiatan ini membuat kami lebih tenang dan semakin mencintai Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.
Warga Binaan mengaku kegiatan ini membantu meningkatkan keimanan, menghadirkan ketenangan hati, serta mempererat kebersamaan di dalam Lapas.
Dari lantunan Burdah yang sederhana, tumbuh ketenangan yang dalam—sebuah pengingat bahwa di balik tembok tinggi dan hari-hari yang berat, selalu ada jalan pulang untuk hati kembali tenang, kembali terang, dan kembali dekat dengan Sang Nabi. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


