Deteksi Dini TBC, Lapas Narkotika Karang Intan Gandeng Puskesmas Skrining Petugas

Deteksi Dini TBC, Lapas Narkotika Karang Intan Gandeng Puskesmas Skrining Petugas

Karang Intan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan konsisten jaga kesehatan lingkungan kerja melalui kegiatan skrining Tuberkulosis (TBC) bagi seluruh pegawai, Kamis (16/4). Lapas bekerja sama dengan Puskesmas Karang Intan 1 lakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran TBC di lingkungan Lapas.

Skrining ini diwajibkan bagi seluruh pegawai sebagai bagian dari upaya preventif dan penguatan budaya hidup sehat di tempat kerja. Petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel dahak dari pegawai untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar setelah proses pengujian selama kurang lebih lima hari.

Pelaksanaan skrining dinilai sangat penting mengingat TBC merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui udara, terutama di lingkungan dengan mobilitas tinggi dan interaksi yang intens. Dengan deteksi sejak dini, potensi penularan dapat dicegah lebih cepat, penanganan medis dapat segera diberikan, serta kesehatan pegawai maupun Warga Binaan dapat lebih terjamin.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa kesehatan pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung optimalnya pelayanan dan pembinaan di dalam Lapas.

“Pegawai yang sehat adalah kekuatan utama organisasi. Karena itu, kami mendukung penuh skrining TBC ini sebagai langkah nyata menjaga kesehatan bersama. Selain melindungi petugas, kegiatan ini juga menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman, sehat, dan produktif,” ujar Yugo.

Ia menambahkan, sinergi dengan fasilitas kesehatan setempat menjadi bukti bahwa pelayanan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan kesejahteraan seluruh unsur di dalamnya.

Sementara itu, Pengelola Program TB Puskesmas Karang Intan 1, Mahyuni, menjelaskan bahwa skrining rutin sangat efektif untuk menemukan kasus lebih awal, termasuk pada individu yang belum merasakan gejala berat.

“Tuberkulosis bisa disembuhkan jika ditemukan dan ditangani sejak awal. Melalui skrining ini, kami ingin memastikan seluruh pegawai mendapatkan pemeriksaan yang tepat sehingga bila ada indikasi dapat segera ditindaklanjuti. Ini adalah bentuk perlindungan kesehatan yang sangat penting,” jelas Mahyuni.

Melalui skrining ini, pegawai yang dinyatakan sehat dapat bekerja dengan lebih tenang dan percaya diri. Sementara itu, apabila ditemukan indikasi TBC, akan segera dilakukan penanganan lanjutan sesuai prosedur medis. Dengan demikian, lingkungan kerja tetap terjaga dan risiko penularan dapat diminimalkan.

Kehadiran program kesehatan seperti ini diharapkan semakin meningkatkan kesadaran bahwa deteksi dini TBC sangat dilakukan, tidak perlu ditakuti, dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan lingkungan yang lebih sehat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0