Dorong Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Kotabaru Bersinergi dengan Sejumlah Instansi Daerah
Kotabaru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru dorong pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui sinergi dengan sejumlah instansi daerah dengan mengajukan berbagai proposal pelatihan keterampilan, Senin (2/2). Pengajuan proposal tersebut menjadi strategi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi kerja dan kesiapan Warga Binaan kembali ke masyarakat.
Sinergi ini diwujudkan melalui pengajuan proposal pelatihan menjahit dan bordir kepada Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kotabaru. Pelatihan tersebut dinilai memiliki peluang ekonomi yang luas dan dapat dikembangkan sebagai kegiatan produktif bernilai jual bagi Warga Binaan.
Selain itu, Lapas Kotabaru juga mengajukan proposal pelatihan produksi pupuk organik kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru. Pelatihan ini diarahkan untuk menunjang kegiatan pertanian yang telah berjalan di lingkungan Lapas sekaligus mendukung konsep pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.
Pada sektor lainnya, proposal pelatihan budidaya perikanan diajukan kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru sebagai upaya pengembangan pembinaan berbasis perikanan. Program ini diharapkan membekali Warga Binaan dengan keterampilan teknis budidaya yang aplikatif dan memiliki nilai ekonomi.
Pengembangan pembinaan kemandirian berbasis UMKM juga menjadi perhatian melalui pengajuan proposal bantuan mesin bordir sasirangan serta dukungan modal kerja kepada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas produksi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan Warga Binaan.
Penyerahan proposal dilakukan oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mawardi, bersama Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Suradi Hermanto, kepada masing-masing instansi sebagai bentuk keseriusan Lapas Kotabaru dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
Mawardi menyampaikan pembinaan kemandirian harus menghasilkan keterampilan nyata dan siap diterapkan. “Kami ingin Warga Binaan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar, baik di bidang jahit, pertanian, perikanan, maupun UMKM, sehingga mampu mandiri setelah menjalani masa pembinaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BLK Kabupaten Kotabaru, Muhammad Muhdi Akbar, menyambut baik langkah sinergi yang dilakukan Lapas Kotabaru. “Kolaborasi lintas instansi sangat penting agar pelatihan keterampilan yang diberikan sesuai dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.
Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan peningkatan kompetensi Warga Binaan. Melalui sinergi lintas sektor, Lapas Kotabaru berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata sebagai bekal Warga Binaan dalam proses reintegrasi sosial. (IR)
Kontributor: Lapas Kotabaru
What's Your Reaction?


