Festival Marawis Tandai Puncak Correctional Fair 2019 di Rutan Rangkasbitung

Rangkasbitung, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rangkasbitung menggelar Festival Marawis sebagai rangkaian Festival Seni dan Bahasa, serta puncak acara Correctional Fair 2019, Senin (29/4). Pesertanya adalah ratusan pelajar dari SMA, SMK, serta Pondok Pesantren se-wilayah Banten. Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap, berharap para siswa tidak hanya menampilka kreasi seni terbaiknya, melainkan menjadi sarana edukasi untuk semakin mawas diri dalam menjalankan kehidupan. “Tentunya kami mengaharapkan kegiatan ini tidak hanya berlangsung seremonial belaka, namun memberikan kesan dan pesan yang bermakna bagi diri dan penghidupan kita, baik untuk diri saya sendiri, para peserta, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Rangkasbitung untuk semakin lebih baik lagi,” harapnya. [caption id="attachment_78388" align="aligncenter" width="300"] Festival Marawis Tandai Puncak Correctional Fair 2019 di Rutan Rangkasbitung

Rangkasbitung, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rangkasbitung menggelar Festival Marawis sebagai rangkaian Festival Seni dan Bahasa, serta puncak acara Correctional Fair 2019, Senin (29/4). Pesertanya adalah ratusan pelajar dari SMA, SMK, serta Pondok Pesantren se-wilayah Banten. Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap, berharap para siswa tidak hanya menampilka kreasi seni terbaiknya, melainkan menjadi sarana edukasi untuk semakin mawas diri dalam menjalankan kehidupan. “Tentunya kami mengaharapkan kegiatan ini tidak hanya berlangsung seremonial belaka, namun memberikan kesan dan pesan yang bermakna bagi diri dan penghidupan kita, baik untuk diri saya sendiri, para peserta, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Rangkasbitung untuk semakin lebih baik lagi,” harapnya. [caption id="attachment_78388" align="aligncenter" width="300"] Festival Marawis[/caption] Erni, guru asal SMA Negeri 1 Cipanas, mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi pesan moral bagi anak murid. “Kami harap mereka bisa belajar dari santri binaan. Seluruhnya kami lihat antusias mengikuti kegiatan dan menunjukan kreasi seni hasil pembinaan di Pondok Pesantren Al Maghfiroh. Murid harusnya lebih termotivasi untuk menjadi lebih giat dalam belajar dan berprestasi serta menjauhi hal yang dilarang, baik oleh agama maupun aturan hukum yang berlaku,” ujar Erni. Salah satu peserta lomba marawis, Rohimatul, mengaku senang bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Saya dan teman-teman sangat senang bisa berpartisipasi. Terima kasih untuk penyelenggara. Insya Allah, kami akan mengingat pesan baik dari guru-guru kami maupun panitia penyelenggara,” pungkasnya.     Kontributor: Pratamadzyogas

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0