Jaga Kesehatan Mental Warga Binaan, Lapas Piru Gelar Sosialisasi dalam JUMPA KESAN

Jaga Kesehatan Mental Warga Binaan, Lapas Piru Gelar Sosialisasi dalam JUMPA KESAN

Piru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru berikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental bagi Warga Binaan melalui JUMPA KESAN atau Jumat Pagi Kesehatan Menyapa, Jumat (4/9). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Piru tersebut menjadi upaya promotif untuk meningkatkan pemahaman Warga Binaan terhadap kesehatan mental selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Lapas Piru bersama peserta magang, berkolaborasi dengan Kepala Subseksi Keamanan, Williams Lelapary, selaku mentor. Kegiatan diawali dengan sambutan mentor, dilanjutkan penyampaian materi oleh peserta magang dengan posisi psikiater dan psikolog mengenai pengenalan kesehatan mental, serta pentingnya menjaga kondisi psikologis dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Peserta magang dengan posisi psikiater, Qiramani Sary, menjelaskan pemahaman kesehatan mental dapat membantu Warga Binaan mengenali kondisi dirinya lebih awal. “Ketika seseorang mampu mengenali perubahan emosi dan kondisi dirinya, ia akan lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk menghadapi tekanan dan mencari bantuan apabila diperlukan,” ujarnya.

Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menambahkan kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan secara menyeluruh. “Pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani keluhan fisik, tetapi juga memberikan edukasi agar Warga Binaan memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan mentalnya,” tuturnya.

Sementara itu, Williams Lelapary menilai edukasi kesehatan mental turut mendukung terciptanya suasana pembinaan yang kondusif. “Kondisi mental yang baik akan membantu Warga Binaan mengikuti pembinaan dengan lebih tenang, tertib, dan membangun hubungan yang positif dengan lingkungan,” katanya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan Terapi Aktivitas Kelompok melalui permainan mitos/fakta. Metode interaktif tersebut menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk menguji pemahaman sekaligus meluruskan informasi yang keliru mengenai kesehatan mental.

Salah seorang Warga Binaan berinisial S memperoleh pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Kegiatan ini membuat saya lebih paham bahwa kita harus bisa membedakan informasi yang benar dan yang hanya menjadi anggapan tentang kesehatan mental,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Lapas Piru akan melaksanakan skrining rehabilitasi bagi seluruh Warga Binaan baru sesuai arahan Direktur Perawatan Kesehatanda Rehabilitasi untuk mendukung kegiatan Rehabilitasi Tahun Anggaran 2026. Melalui JUMPA KESAN dan tindak lanjut skrining rehabilitasi, Lapas Piru terus memperkuat pelayanan kesehatan sebagai pembinaan berkelanjutan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Piru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0